Kabut Asap Selimuti Mimika, Anggota DPRK Minta Warga Pakai Masker dan Batasi Aktivitas di Luar


TIMIKA, KONTENMIMIKA.com — Anggota DPRK Mimika, Hj. Rampeani Rachman, mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat kualitas udara yang memburuk karena kabut asap di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Kabut asap di Mimika lantaran fenomena cuaca El Nino dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kabupaten Merauke, Papua Selatan, yang mencapai ribuan titik panas api. Sebaran asap terbawa angin dari arah timur, tenggara, dan selatan hingga mencapai Timika.

Legislator asal Perindo itu mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Mimika melalui dinas terkait yang telah menerbitkan surat edaran resmi mengenai pelaksanaan pembelajaran sekolah dari rumah bagi peserta didik selama kondisi kualitas udara belum membaik.

Menurut dia, surat edaran ini diperlukan agar satuan pendidikan memiliki dasar resmi untuk menyesuaikan kegiatan belajar mengajar dengan kondisi lingkungan saat ini.

“Pada dasarnya, satuan pendidikan bisa melaksanakan proses belajar mengajar dari rumah. Apresiasi sudah keluarnya surat edaran resmi dari dinas terkait sebagai perpanjangan tangan bupati,” ujar Rampeani.

Ia menilai, perlindungan terhadap anak-anak sekolah perlu menjadi perhatian utama karena paparan kabut asap berisiko mengganggu kesehatan, terutama ketika kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat.

Masyarakat Diminta Batasi Aktivitas di Luar

Rampeani mengatakan, informasi mengenai kualitas udara Mimika yang tidak sehat perlu menjadi perhatian seluruh masyarakat. Ia meminta warga menghindari kegiatan di luar ruangan yang tidak mendesak.

Imbauan tersebut, kata dia, tidak hanya berlaku bagi masyarakat, tetapi juga perlu diperhatikan dalam pelaksanaan kegiatan perkantoran dan kegiatan lainnya yang berpotensi meningkatkan paparan kabut asap.

“Dengan adanya informasi melalui media bahwa kualitas udara Mimika saat ini dinyatakan tidak sehat, saya mengimbau seluruh warga untuk tidak melakukan aktivitas yang tidak terlalu penting di luar ruangan,” katanya.

Ia mengingatkan masyarakat agar menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah sebagai salah satu langkah untuk mengurangi paparan partikel asap.

Rampeani juga meminta warga menjaga lingkungan dengan tidak membakar sampah sembarangan, terutama di kawasan yang berdekatan dengan hutan. Warga yang beraktivitas di kebun pun diimbau menghindari pembakaran lahan yang berisiko memicu kebakaran hutan.

Menurut dia, upaya mencegah kebakaran dan mengurangi paparan asap membutuhkan kesadaran serta keterlibatan seluruh masyarakat.

Warga Diminta Waspadai Air Hujan

Selain mengimbau penggunaan masker dan pembatasan aktivitas di luar ruangan, Rampeani meminta masyarakat memperhatikan keamanan air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari selama terjadi kabut asap.

Ia mengingatkan warga agar tidak langsung menggunakan air hujan sebagai air minum tanpa memastikan air tersebut aman untuk dikonsumsi.

Rampeani berharap masyarakat mengikuti imbauan dari pemerintah dan instansi terkait untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan selama kondisi kualitas udara belum membaik.

“Saya mengimbau seluruh warga Kabupaten Mimika untuk tetap patuh dan saling mendengarkan imbauan demi kepentingan kesehatan kita bersama,” ujarnya.

Ia menegaskan, perlindungan kesehatan perlu dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar, sembari menunggu perkembangan kondisi kualitas udara serta kebijakan lebih lanjut dari pemerintah daerah. (trm)

Berita Terkait

Top