Bupati Maybrat Tunjang Panitia Penahbisan Uskup Timika, Rp. ….
Timika, KontenMimika.com | Kabupaten Mimika menjadi tempat bersejarah terkait penahbisan Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA. Rangkaian kegiatan sakral ini berlangsung selama 3 hari, 13-15 Mei 2025 di Gereja Katedral Tiga Raja.
Acara skala nasional bahkan internasional ini diwarnai kolaborasi antar daerah dan dukungan penuh bagi putra terbaik Papua, Pater Bernard, sapaan akrab Uskup Baru.
Acara sakral ini dihadiri oleh Bupati Maybrat Papua Barat Daya, Karel Murafer, yang didampingi oleh Sekda Maybrat Ferdinandus Taa, beserta rombongan 67 orang dari Maybrat disambut hangat ole Ketua Panitia Pelaksana yang juga Bupati Mimika Johannes Rettob, didampingi Wakil Bupati Emanuel Kemong.
Hadirnya Bupati Maybrat yang menjadi daerah kelahiran Pastor Bernard Baru menjadi simbol persatuan dan dukungan bagi pemimpin gereja Katolik baru itu.
Bupati Maybrat, Karel Murafer, menyatakan komitmennya dalam mendukung kelancaran acara dengan menggunakan anggaran APBD sebesar Rp 500 juta, yaitu untuk akomodasi dan logistik rombongan tim Maybrat Rp 300, serta Rp200 juta untuk Panitia Penahbisan Uskup Timika.
“Ini bentuk kasih dan dukungan kami. Bukan nilai nominalnya yang utama, tapi kehadiran kami untuk memberi restu dan semangat bagi Uskup terpilih, putra asli Maybrat yang membanggakan,” ujar Bupati Murafer.
Ia juga menyinggung tentang pendidikan Uwun, sebuah lembaga pendidikan non-formal khas Maybrat yang fokus pada pembinaan kaum laki-laki, yang menjadi warisan leluhur dan bahan disertasi doktoral Uskup terpilih.
“Kami bangga kontribusinya diakui secara akademis,” tambahnya.
Acara pentahbisan ini menjadi momen bersejarah bagi Kabupaten Mimika dan masyarakat Papua, menunjukkan kekuatan persatuan dan kerjasama antar daerah dalam mendukung pemimpin gereja baru yang lahir dari tanah Papua.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyambut hangat kedatangan tamu dari Maybrat, termasuk Sekda Maybrat dan para tokoh gereja, dalam acara pentahbisan Uskup Timika.
“Kedatangan keluarga besar Maybrat dengan pakaian adat dan budaya yang megah telah memperkaya acara ini. Dukungan ini sangat berarti, bukan hanya materi, tapi juga sebagai simbol persaudaraan,” ungkap Bupati John Rettob.
Bupati mengungkapkan bahwa penahbisan ini adalah momen bersejarah, mengingat Uskup terpilih merupakan putra kedua Maybrat yang menduduki posisi tinggi dalam hierarki gereja Katolik.
“Ini bukti bahwa Papua melahirkan pemimpin berkualitas, baik di ranah spiritual maupun pemerintahan,” tegasnya.
Acara pentahbisan tidak hanya diisi dengan ritual keagamaan, tetapi juga dengan pertunjukan budaya khas Papua, memperlihatkan kekayaan tradisi yang hidup harmonis dengan nilai-nilai iman.
Bupati Rettob berjanji akan melanjutkan kolaborasi dengan Maybrat, termasuk rencana syukuran lanjutan di wilayah adat setempat.
“Kami berterima kasih atas doa dan dukungan semua pihak. Ini adalah bukti bahwa ketika kita bersatu, tidak ada yang mustahil bagi Papua,” tandasnya. (Admin)






