Distrik Mimika Baru Akan Punya 11 Bank Sampah, Solusi Sampah Numpuk Plus Bisa Dapat Rupiah
Timika, KontenMimika.com – Bank Sampah yang diharapkan menjadi solusi permasalahan sampah di Kota Timika, akan dibangun di Distrik Mimika Baru sebanyak 11 unit.
Selain di Mimika Baru, Distrik Wania juga antusias menyambut program tersebut, setelah dicanangkan akan menjadi pemilik bank sampah yang pertama di Kabupaten Mimika.
Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, nantinya Bank Sampah akan dibuat di seluruh kelurahan, dan terintegrasi dengan tempat pengolahan sampah sehingga sampah tidak sekedar dibuang tapi dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi.
“Bank sampah, kami akan bentuk bank sampah di setiap kelurahan. Sementara ini di Distrik Mimika baru, ada 11 (sebelas), nanti juga akan dibangun di Distrik Wania,” ujar Bupati Rettob.
Pemkab Mimika bekerjasama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) terkait pembayaran sampah yang dijual warga.
Nantinya di setiap kelurahan akan dibentuk agen-agen bank sampah, yang membeli sampah dari warga dan selanjutnya sampah itu akan dibawa ke tempat pengolahan sampah.
Sampah organik akan dibuat menjadi pupuk kompos, sedangkan sampah plastik akan dibuat jadi produk paving block.
Warga bisa dapat rupiah, dari mengumpulkan sampah dan membawanya ke bank sampah.
“Kita harus mengubah sampah menjadi uang.Nanti masyarakat akan menjual sampah itu dengan harga yang sudah kita sepakati bersama. Di setiap kelurahan, kita akan bangun agen bank sampah,” sebutnya.
Segenap warga Mimika diminta turut ambil andil dalam program penanganan permasalahan sampah ini, dengan mengumpulkan sampah dan menjualnya ke agen Bank Sampah.
“Kita akan melibatkan semua masyarakat. Nanti kita sosialisasi akan turun ke sekolah-sekolah, supaya anak-anak ini dengan jual sampah bisa dapat dia punya uang buku. Dan semua (pembayaran) kita lakukan secara elektronik,” terang Bupati John Rettob didampingi Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong.
Pemerintah menargetkan dalam waktu lima tahun ke depan, di Mimika sudah tidak ada lagi Tempat Pembuangan Akhir Sampah, tapi berubah menjadi Tempat Pengelolaan Akhir sampah.
“Sampah diolah sehingga bermanfaat ekonomis bagi warga. Tuhan sayang, dalam 5 tahun ke depan sudah tidak ada lagi TPA di Iwaka tapi tempat pengolahan sampah bisa jadi bermanfaat,” tandasnya. (admin)






