Sekda Mimika Minta Dinas Pendidikan Ambil Langkah Konkret Cegah Perundungan di Sekolah
TIMIKA, KontenMimika.com – Dugaan kasus perundungan atau bully bernuansa rasis yang menimpa empat siswa di SD Kalam Kudus Mimika mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Mimika.
Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika, Abraham Kateyau, menyesalkan terjadinya tindakan tersebut di lingkungan sekolah.
Menurut Sekda, perundungan di dunia pendidikan tidak dapat dibenarkan dan harus menjadi perhatian semua pihak, baik guru, orang tua, maupun pihak sekolah.
“Ini sangat disayangkan ketika ada kasus seperti itu, padahal itu terjadi di lingkungan sekolah. Itu tidak boleh. Iya, ini anak-anak, mungkin perlu perhatian oleh guru-guru maupun orang tua atau pihak terkait dalam lingkungan sekolah,” ujarnya, Rabu 15 Oktober 2025.
Abraham menegaskan bahwa kasus seperti ini tidak boleh terulang kembali. Ia berharap ke depan, dunia pendidikan di Mimika dapat berjalan dengan baik dan bebas dari kekerasan baik fisik maupun verbal terhadap anak-anak didik.
“Kasus seperti ini tidak boleh terjadi. Kita berharap ke depan (penyelesaian dugaan kasus bully nuansa rasis) berjalan dengan baik,” sebutnya.
Hak mendapat pendidikan dijamin UUD 1945. Pendidikan merupakan kunci untuk kehidupan yang lebih baik bagi warga di masa depan.
Tindakan rasisme tidak boleh lagi terjadi di lingkungan pendidikan, di sekolah manapun baik swasta maupun negeri.
“Siapa pun yang punya keinginan mengenyam pendidikan itu dilindungi. Diberikan hak secara bebas oleh pemerintah untuk mengenyam pendidikan. Tetapi kalau dengan perilaku seperti begini (bully rasis), ini perlu diseriusi oleh pihak terkait,” tegasnya.
Selain menyampaikan keprihatinan, Sekda Mimika juga meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika segera mengambil langkah konkret guna mencegah kasus serupa terjadi di sekolah-sekolah lain.
Salah satunya melalui sosialisasi dan pelatihan mengenai bahaya perundungan bagi guru dan siswa.
Sebelumnya diberitakan, puluhan warga asli Papua menggelar demo damai kaitan dengan dugaan bully atau perundungan bernuansa rasis, di sekolah Kalam Kudus Mimika.
Aksi ini menjadi sorotan publik setelah orasi demo mengungkapkan empat siswa asli Papua diduga menjadi korban bully di sekolah bonafit tersebut.
Keluarga korban meminta siswa pelaku perundungan dan wali kelas dikeluarkan dari sekolah itu. (Admin)






