Ketua JMSI Papua Tengah Kecam Media Siber Tanpa Box Redaksi: Masyarakat Berhak Laporkan ke Polisi Jika Dirugikan
Timika, KontenMimika.com — Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Papua Tengah, Iwan S. Makatita, mengecam keras keberadaan sejumlah media daring yang beroperasi tanpa mencantumkan box redaksi atau identitas pengelola yang jelas.
Media seperti ini biasa dibilang media abal-abal, tidak jelas, dan berdiri karena kepentingan tertentu di luar kepentingan berita jurnalis.
Menurutnya, praktik tersebut mencederai prinsip dasar jurnalisme dan berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Media abal-abal bisa dijerat kasus pidana, tanpa harus melewati Dewan Pers. Warga bisa segera melaporkannya ke pihak berwajib bila ada aksi ‘nyeleneh’ oknum media tersebut.
“Media siber yang tidak mencantumkan box redaksi jelas melanggar Undang-Undang Pers. Masyarakat yang merasa dirugikan akibat pemberitaan dari media semacam itu berhak dan wajib melapor ke pihak kepolisian agar bisa ditindak sesuai hukum yang berlaku,” tegas Makatita.
Iwan menjelaskan, keberadaan box redaksi merupakan bentuk transparansi dan tanggung jawab hukum dari setiap lembaga pers.
Tanpa identitas pengelola yang jelas, media bisa disalahgunakan untuk kepentingan tertentu seperti penyebaran fitnah, provokasi, hingga pencemaran nama baik.
Ketua JMSI Papua Tengah Iwan Makatita juga mengingatkan para pemilik media agar mematuhi ketentuan Dewan Pers, termasuk terkait kelengkapan administratif dan proses verifikasi perusahaan pers.
JMSI Papua Tengah, kata Iwan, akan terus mendorong peningkatan profesionalisme dan integritas insan pers di wilayahnya.
“Jangan jadikan media sebagai alat menyerang atau menjatuhkan pihak tertentu. Fungsi media adalah mencerdaskan, bukan memecah belah,” ujarnya.
Selain itu, Makatita mengajak masyarakat Papua Tengah untuk lebih kritis dan cerdas dalam menyikapi berita daring.
Ia menekankan pentingnya memverifikasi kebenaran informasi sebelum ikut menyebarkannya, agar ruang digital tetap menjadi ekosistem informasi yang sehat dan bermartabat.
“Mari bersama-sama menjaga ruang digital Papua Tengah agar tetap bermanfaat bagi publik dan tidak menjadi sumber perpecahan,” tandasnya. (Admin)






