Terkendala Biaya Kost, Mahasiswa IPMT Bawa Aspirasi ke Komisi C DPRD Mimika
Timika, KontenMimika.com – Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kota Studi Timika (IPMT) membawa aspirasi mereka kepada Komisi C DPRD Mimika, diterima oleh Ketua Komisi Aloisius Paerong bersama anggota Elminus Mom, di Kantor DPRD, Jalan Cenderawasih, Selasa (06/06/2023).
Aspirasi generasi muda Mimika itu berkaitan dengan kebutuhan pemondokan bagi mereka yang datang dari pedalaman atau luar Kota Timika untuk berkuliah di Kota Timika.
Ketua Komisi C DPRD Mimika, Aloisius Paerong, menyatakan akan serius memperjuangkan aspirasi para mahasiswa IPMT itu, sehingga pemerintah bisa mengalokasi dana khusus untuk menjawab kebutuhan mereka.
“Tadi para mahasiswa yang merupakan anak-anak asli Papua, yang tidak punya tempat tinggal, hanya menumpang, karena mereka dari pedalaman datang kuliah di Kota Timika. Pemerintah harus memperhatikan mereka,” ujarnya kepada wartawan.
Lagi katanya, kendati di Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika belum ada bidang yang mengurusi jenjang pendidikan sekolah tinggi atau perguruan tinggi, namun tidak menutup kemungkinan aspirasi itu dapat diakomodir dalam APBD pemerintah. Menurutnya, dengan dana APBD Pemkab Mimika yang alokasinya besar bagi bidang pendidikan, seharusnya masalah para mahasiswa OAP itu bisa terakomodir dengan baik.
“Jenjang pendidikan tinggi ini memang belum menjadi tanggung jawab pemerintah (dinas pendidikan), tapi yang sekolah adalah anak-anak Mimika sehingga pemerintah harus hadir dan memberi solusi karena pemerintah punya anggaran yang cukup,” ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Louis itu menjelaskan, sebelumnya pihaknya juga ada aksi unjuk rasa dari para mahasiswa OAP dari Universitas Timika yang diterima Komisi C belum lama ini. Aksi itu meminta pemerintah mengakomodir pembangunan kampus mereka.
Menurutnya, potensi perkembangan jenjang pendidikan tinggi di Mimika berkembang dengan pesat, dengan tumbuhnya kampus-kampus swasta. Ia berharap pemerintah juga bisa memiliki perguruan tinggi negeri, menjawab kebutuhan pendidikan anak-anak Mimika sehingga tidak perlu jauh-jauh ke luar daerah untuk kuliah.
Pemerintah dapat berkolaborasi program dengan yayasan pengelola dana kemitraan PT. Freeport Indonesia, Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), sehingga bisa maksimal keberhasilannya.
“Pemerintah dan YPMAK bisa berbagi tanggung jawab, apakah pemerintah di biaya perkuliahan lantas YPMAK membangun asrama. Yang penting bisa dicarikan solusi, bagaimana anak-anak Papua yang menuntut ilmu itu dibantu oleh pemerintah dan yayasan,” sebut Legislator asal Perindo itu.
Louis meminta generasi penerus bangsa dan daerah di Mimika diseriusi kebutuhan pendidikannya, karena masa depan Mimika berada di tangan mereka kelak.
“Pemerintah harus hadir dan melihat persoalan anak-anak Papua khususnya. Harus ada dana alokasi khusus, karena salah satu visi pemerintah adalah untuk Mimika Cerdas. Dalam upaya untuk mencerdaskan anak-anak Mimika harus turut menjadi prioritas,” kandasnya.
Sementara itu Ketua IPMT, Elois Kemong, mewakili mahasiswa di 8 kampus di Mimika meminta perhatian dan bantuan pemerintah agar mereka sukses belajar di perguruan tinggi.
Menurutnya, ada 119 mahasiswa di kampus Jambatan Bulan, STT Rusel, Universitas Timika, KPG PGSD, Polteknik Amamapare, STT Kampus V dan STKIP Hermon Timika yang butuh pemondokan atau tempat tinggal.
Selama ini pihaknya mendapat bantuan biaya pendidikan dari YPMAK, namun terkendala biaya tempat tinggal. Ia dan beberapa temannya mengaku harus menumpang tinggal di kenalan untuk bisa kuliah di Timika.
“Harapan saya, pemerintah tolong lihat kami anak-anak yang di Timika jangan hanya yang di luar daerah saja. Kami di sini juga banyak membutuhkan pendidikan. Pemerintah segera tolong kami dengan asrama. Karena asrama menjadi tempat belajar kami,” tandasnya. (Tra)






