Kunker ke Kokonao, Pimpinan Dewan John Thie Dititip Aspirasi Warga Butuh Air Bersih, Listrik 24 Jam dan Berfungsinya SPBU


Timika, KontenMimika.com – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Mimika Yohanis Felix Helyanan, melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Distrik Mimika Barat, pada Jumat 11 Oktober 2024.

Pria yang akrab disapa John Thie itu meninjau berbagai fasilitas, sarana dan prasana serta  infrastruktur yang ada di Kokonao, didampingi Kepala Distrik Mimika Barat Christian Warinussy.

Di Kunker itu John Thie melihat sejumlah proyek infrastruktur, menara penampungan air, kantor distrik maupun Bandara Udara Kokonao.

Dari hearing dengan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Mimika diminta oleh masyarakat untuk dapat mendorong terwujudnya program yang menjadi prioritas, yaitu program air bersih, beroperasinya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), layanan listrik 24 jam, dan pembangunan Puskesmas baru agar segera dapat terealisasi.

Kepala Distrik Mimika Barat, Christian Warinussy mengatakan, program air bersih yang kini sedang dilakukan tahap pembangunan penampungan yaitu pemanfaatan air laut dan air sungai (Payau) untuk bisa menghasilkan ketersediaan air bersih.

“Pemerintah daerah melalui Dinas PUPR tengah memprogram pembangunan untuk ketersediaan dan kebutuhan air bersih melalui proses dari air payau menjadi air bersih, siap diminum guna kebutuhan hidup sehari-hari di Distrik Mimika Barat,” ujarnya.

Selain itu SPBU yang pembangunan sudah rampung, namun belum ada isinya diminta dapat segera beroperasional, agar meratanya harga BBM sama dengan harga di kota.

“SPBU milik Pertamina juga sudah rampung dan letaknya bersebelahan dengan PLN, tinggal menunggu realisasi untuk segera beroperasi. Dengan adanya SPBU di Kokonao, dapat menjawab kebutuhan warga terkait bahan bakar bagi masyarakat di beberapa distrik dari Potowayburu hingga Kokonao dan sekitarnya,” ungkapnya.

Terkait kebutuhan listrik, menurut Christian selama ini sudah berjalan, namun warga di tujuh kampung baru merasakannya 12 jam per hari. Sementara masyarakat berharap kebutuhan listrik bisa dilayani nonstop, 24 jam.

“Selama ini listrik baru dapat dilayani 12 jam, dan kami serta masyarakat di Kokonao berharap sekali bisa 24 jam,” tuturnya.

Warga berharap tenaga operator yang direkrut harus melalui kebijakan PLN pusat bisa terwujud.

“Untuk ketersediaan listrik 24 jam sudah bisa dilakukan dengan mesin pembangkit listrik milik PLN namun terkendala dari tenaga operator untuk mengoperasikan, selama ini tenaga operator masih mandiri dibiayai oleh distrik,” aku Chris.

Selain itu ada juga beberapa program yang diminta warga agar segera terealisasi, yaitu rencana pemindahan Puskesmas lama, dan pembangunan jalan tailing yang belum seluruhnya.

Legislator senior, John Thie, mengaku kunjungannya ke Kokonao kali ini ingin melihat dan memastikan program-program apa saja yang sudah dan sedang terealisasi. Juga untuk mengetahui kendala-kendala dan kebutuhan lainnya yang dibutuhkan masyarakat.

Dari hasil Kunker ini DPRD dapat mengetahui program apa saja yang sangat mendesak, yang dibutuhkan warga yang ada di tujuh kampung di dstrik Mimika Barat

“Tentang kebutuhan air bersih menjadi program yang prioritas dan sangat mendesak di Kokonao. Sebab soal air bersih ini juga bukan saja Kokonao, tapi hampir semua di distrik bagian pesisir. Karena itu ini menjadi catatan penting, termasuk kebutuhan listrik yang baru bisa dinikmati 12 jam,” ujarnya.

Nantinya akan didorong dan diusulkan di masing-masing OPD untuk diakomodir di usulan di APBD Induk 2025.

Termasuk koordinasi dengan pihak PLN untuk bisa menjawab kebutuhan tenaga operator.

“Apa yang telah diperjuangkan oleh Kepala Distrik dan jajarannya perlu didukung, karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat seperti ketersediaan air bersih dan listrik 24 jam,” tandasnya. (Admin)

Berita Terkait

Top