Pilih! Saleh Alhamid yang Vokal Kritik Pemerintah Kalau Nyeleneh
Timika, KontenMimika.com – Tegas!! dan lantang berbicara alias vokal mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak berkepentingan rakyat (nyeleneh), itulah Saleh Alhamid, sosok politisi senior yang kini maju lagi di Pemilu 2024.
Saleh yang Ketua Hanura Mimika itu maju dari partainya, di Dapil 3 dengan nomor urut diri 1 (satu).
Kepada KontenMimika belum lama ini, ia mengungkapkan pentingnya mewujudkan nilai good governance dalam roda pemerintahan di Kabupaten Mimika.
Terciptanya SDM pemerintah yang bersih dan taat hukum akan berpengaruh pada hadirnya program pembangunan yang pro rakyat.
“Kita harus membuat pemerintahan yang good governance. Bersih, taat kepada semua aturan, karena itu merembet kepada semua masyarakat. Hulunya dari pemerintah hilirnya kepada masyarakat,” ujar Saleh semangat.
Ia berharap APBD Rp. 7,5 triliun Kabupaten Mimika dapat dirasakan memenuhi kebutuhan warga Mimika, sampai ke kampung-kampung dan tidak hanya berpusat di dalam Kota Timika saja.
“Kalau saya terpilih jadi Ketua DPR (amin,red). Saya mengharapkan program pemerataan pembangunan dari kampung ke kota. Daerah-daerah terpencil tersentuh (pembangunan),”
“Sehingga orang, malas ke kota, betah di kampung. Petugas, entah dia camat, tenaga kesehatan, guru, dia merasa seperti di kota. Ada fasilitas, dimulai dari signal komunikasi dan internet dan kebutuhan pokok lainnya,” sebutnya.

Bupati = DPRD
Menurutnya, peran DPRD harusnya selevel dengan Pemerintah Kabupaten Mimika, di mana patrias politica (legislatif, eksekutif dan yudikatif) berjalan beriringan namun dengan penegakan fungsinya masing-masing.
Demi mengawal kepentingan rakyat sebagai pemilik kedaulatan negara dan termasuk daerah Mimika, terkhusus bagi warga Mimika.
“Berkaitan dengan lembaga DPRD dengan pemerintah, eksekutif dan legislatif ini harus seimbang, dia berjalan harus ada saling membutuhkan,”
“Saya melihat di Mimika seolah-olah legislatif kita ini tidak mengetahui dan membanggakan fungsinya, karena seolah-olah semuanya ingin mendekatkan diri kepada bupati. Padahal bupati itu selevel dengan DPRD,” terangnya.
“Pemerataan pembangunan, ini program pemerintah. Tapi pengawasan ada di DPRD. Kalau legislatif yang akan datang berkomitmen soal ini, maka saya yakin bahwa daerah terpencil pasti akan tersentuh pembangunan,”
“Karena sekarang ini seolah-olah yang bersuara keras di DPRD ini, cuma segelintir orang. Apalah seorang Saleh Alhamid hanya bicara sendirian,” ungkapnya.
Ia berharap para Anggota DPRD periode 2024-2029 akan lebih berani berpijak pada kepentingan warga.
“Saya harap supaya legislator yang tampil di 2024-2029 adalah yang betul-betul bersinergi dengan pemerintah, tapi tidak segan-segan untuk menegur, mengkritisi kesalahan apa yang dilakukan pemerintah, yang dilakukan tidak sesuai dengan keinginan rakyat,” tegasnya.
Pembangunan berpihak pada oknum siapa?
Saleh Alhamid Ketua Hanura Mimika menyatakan, beberapa program pembangunan pemerintah terindikasi pada kepentingan oknum pribadi tertentu.
“Jangan mereka bikin program hanya untuk menguntungkan pribadi sendiri,”
“Pembuatan kantor-kantor pemerintah di luar (sentra pemerintahan) berindikasi kuat untuk menguntungkan pribadi-pribadi,”
“Mereka berlomba-lomba untuk membangun kantor, sementara pusat perekonomian Poumako sebagai pusat perekonomian, tidak ada jalan dari sini ke Poumako yang ada lampu jalan. Sudah sekian lama,” kritiknya.
“Padahal daerah pelabuhan kita sering datang di waktu malam, saat kapal masuk, tapi tidak ada lampu penerangan jalan,”
“Semua jalan dibuka, jalan lingkar dan segala macam, tapi jalan ke Poumako tidak tersentuh,” sebutnya.
Motto Hidup, Satu Keburukan Menghantui Tidurmu…
Di balik sosoknya yang tegas, ternyata Saleh punya hati yang lembut. Ia tidak bisa tidur memikirkan tindakannya yang sepikirnya melukai hati orang lain.
“Motto saya, lupakan 1.000 kebaikan yang pernah kau berikan kepada orang, sebaliknyua kau ingat satu keburukan yang engkau berikan kepada orang,”
“Karena suatu waktu orang akan mengingat engkau ketika engkau tidak ada,”
“Engkau sudah lupa, terus ada orang datang, bilang, dulu bapak ada bantu saya. Saya mengalami itu,”
“Tetapi saya selalu mengingat satu keburukan saya. Tidak bisa saya tidur, karena kita harus bagaimana supaya perbaiki. Satu keburukan engkau berikan, menghantui tidurmu,” ujarnya.
Saleh berkomitmen untuk terus menabur kebaikan tanpa pamrih, sebab efeknya tanpa diduga-duga kembali pada dirinya.
“Berbaik hati dengan semua orang dan lupakan. Oranglah yang nanti bercerita tentang baik buruknya engkau,” pesannya.
Hanura Korupsi? Pecat!
Memasuki tahun politik 2024, Saleh masih berkeinginan berjuang lewat jalur legislatif DPRD Mimika. Ia berharap rakyat masih mempercayainya untuk bersuara lantang tentang kepentingan rakyat, seperti yang selalu dilakukannya selama menjabat.
“Saya memasuki kembali (Pileg) dan tentunya berharap terpilih. Semua orang (caleg) pasti akan berusaha,” harapnya.
“Ini pesta rakyat, berharap kepada seluruh petugas penyelenggara pemilu, ingat bahwa ini adalah hajad rakyat,”
Komitmen Saleh Alhamid adalah pemerintahan yang bebas dari korupsi, dimulai dari dalam interna partai yang dipimpinnya, Hanura – Hati Nurani Rakyat, Mimika.
“Saya selaku ketua partai, pertama akan memberikan mereka (caleg) edukasi dan menghindari tindak pidana korupsi,” tegas dia.
“Komitmen apa?” tanyanya langsung dijawab sendiri.
“Apabila kader saya terpilih jadi anggota DPR lalu terindikasi korupsi, maka pasti di-recall, ganti!” tutup Saleh Alhamid, Hanura (10) Dapil 3 Mimika, no. urut diri 1 (satu). (D’To)

-
S e r v i c e Portal KM






