Sambut Peluang Bisnis Wisata Cartenz Nemangkawi, Pemandu Wisata Amungme Dibekali Sertifkasi dan Lisensi Nasional


Timika, KontenMimika.com – Sebanyak 32 orang warga asli Amungme memperoleh sertifikasi nasional sebagai Pemandu Wisata Puncak Nemangkawi (WPN).

Sertifikat diberikan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, bagi para pemandu wisata pendakian puncak Nemangkawi yang sudah mendapatkan pelatihan khusus. Mereka juga mendapat lisensi dari Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI).

Asisten II Setda Mimika, Frans Kambu hadir mewakili Bupati Mimika, Johannes Rettob dalam acara itu.

Anggota DPRK Mimika Dolfin Beanal mengatakan, warga asli penghuni wilayah kaki gunung Nemangkawi atau puncak Cartenz perlu terlibat langsung dalam aktifitas wisata pendakian sehingga mendapat manfaat ekonomis untuk menafkahi keluarga.

“Kita merangkul mereka (warga Amungme), memberikan sertifikat dan lisensi Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) bahkan sampai sertifikat nasional dari kementerian.”

Ujar Dolfin di sela kegiatan Forum Group Diskusi (FGD) Wisata Pendakian Puncak Nemangkawi Cartensz Pyramid, di Horison Diana, Jalan Budi Utomo, Selasa kemarin 23 September 2025.

Lebih lanjut ia menjelaskan, para pemandu wisata asal Suku Amungme yang telah mendapatkan sertifikat ini, akan bekerja memandu para wisatawan serta turut menjaga kelestarian Gunung Cartensz di bawah Yayasan Wisatari Alam Papua (YWAP).

“Agar ketika investor-investor datang, maka anak-anak pribumi Amungme yang memiliki sertifikat dan lisensi ini pun sudah memiliki kesiapan,” sebutnya.

Dengan kesiapan yang matang, maka warga sekitar gunung bisa menyambut peluang bisnis wisata pendakian.

“Ketika wisatawan-wisatawan datang, kan sudah ada anak-anak yang sudah memiliki sertifikat (pemandu wisata). Sehingga tidak lagi banyak orang pencuri (kesempatan), yang bermain dari tahun ke tahun,” jelasnya.

Program ini juga untuk mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan taraf hidup serta ekonomi warga Amungme.

Gunung Cartensz dan sungai-sungai besar di sekitar gunung dinilai memiliki potensi nilai ekonomis bila dikembangkan.

“Gunung besar dan sungai lebar ini sebenarnya ada nilai uangnya,” sebut dia.

Namun di kegiatan itu Dolfin mengungkapkan kekecewaannya, lantaran Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Mimika tidak hadir dalam kegiatan FGD dan penyerahan sertifikat ini.

Menurutnya kegiatan itu membuktikan putra-putri daerah Amungme telah memiliki keseriusan dalam merintis pengembangan wisata pendakian dengan menggunakan anggaran pribadi.

“Kegiatan-kegiatan wisata ini paling penting. Jadi benar-benar yang harus hadir itu adalah Kadis. Supaya paham melihat keseriusan masyarakat,” ungkapnya menyesal.

Dolfin berharap dengan adanya PT Wisata Puncak Nemangkawi (WPN), setiap pekerja pemandu wisata gunung Nemangkawi dapat bergabung di dalamnya.

“Agar wisatawan maupun investor yang datang dapat benar-benar dikelola oleh anak-anak pribumi Amungme. Kalau tidak kita kelola, kita hanya akan jadi penonton saja,” tandasnya. (Admin)

Berita Terkait

Top