Para Hakim Lomba MTQ di Mimika Diminta Prioritaskan Kejujuran dan Profesionalisme


Timika, KontenMimika.com – Rangkaian pelaksanaan perlombaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) XXX Tingkat Provinsi se-Tanah Papua Tahun 2024, yang dijadwalkan berlangsung hari ini, Senin 24 Juni 2024.

Mengawalinya, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) melaksanakan agenda pelantikan dewan hakim yang akan bertugas melakukan penilaian kepada kafilah, orientasi dewan hakim dan tecnical meeting kepada ketua kafilah 19 kabupaten-kota pada Minggu 23 Juni 2024..

Pelantikan ini dilakukan langsung oleh Ketua LPTQ Provinsi Papua, H Setyo Wahyudi, di gedung Eme Neme Yauware, ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) dan pembacaan sumpah janji.

Ketua LPTQ Setyo menegaskan, dalam penilaian setiap cabang lomba para dewan hakim harus memprioritaskan kejujuran dan profesionalisme. Nantinya dalam pelaksanaan MTQ XXX, para hakim melakukan penilaian berbasis Eletronik Musabaqoh Tilawatil Qur’an (E-MTQ).

“Para dewan hakim harus prioritaskan kejujuran dan profesional dalam melakukan setiap penilaian di semua cabang lomba,” ujarnya.

Lagi katanya, pelaksanaan MTQ XXX ini berada dalam kondisi transisi di mana wilayah Papua dimekarkan menjadi 4 wilayah Daerah Otonom Baru (DOB) yaitu Provinsi Papua, Provinsi Papua Pegunungan, Provinsi Tengah dan Provinsi Papua Selatan dan Provinsi Papua Tengah yakni Kabupaten Mimika menjadi Tuan Rumah MTQ XXX.

“Kami dari LPTQ Provinsi alami sedikit transisi dikarenakan adanya pemekaran DOB,” jelas Setyo.

Sementara itu, technical meeting yang digelar di Sekretariat MTQ XXX Jalan Hasanuddin dipimpin langsung oleh Ketua Tim Asistensi LPTQ Papua, Drs H Alwi Tian Lean.

Ia mengatakan, pertemuan itu diadakan untuk menginformasikan hal-hal teknis dalam perlombaan MTQ XXX yang akan diadakan mulai Senin.

Dikarenakan regulasi pelaksanaan MTQ dari waktu ke waktu selalu berubah, maka harus diberitahukan mana aturan yang masih tetap dilakukan dan mana yang sudah berubah. “Aturan itu setiap waktu berubah karena menyesuaikan dengan perkembangan, kondisi dan situasi,” jelasnya.

Salah satu aturan yang berubah di MTQ XXX ini yakni proses pengambilan maqro (pengambilan alat pembagian tugas pembacaan khataman Al Qur’an yang berbentuk kartu berisi keterangan data koordinator majelis) yang sebelumnya manual, saat ini telah berubah menggunakan sistim IT.

Selain teknis perlombaan, disampaikan juga mengenai teknis penjadwalan, bagaimana pengambilan maqro dan juga mekanisme penilaian yang merupakan ranahnya dewan hakim.

Kepada para ketua kafilah, H Alwi juga berpesan agar mereka memperhatikan kesehatan dari para kafilahnya, sehingga diharapkan dari perhelatan MTQ XXX di Mimika ini dapat menghasilkan perwakilan kafilah yang akan mewakili Provinsi Papua pada ajang MTQ Nasional 2024.

“Kegiatan ini ‘kan maraton, jadi ketua kafilah itu perlu memperhatikan kondisi kesehatan dari anggota kafilahnya yang akan tampil, sehingga anak-anak kita yang tampil dalam kondisi sehat dan diharapkan lahir peserta terbaik yang akan mewakili Provinsi Papua dalam ajang MTQ tingkat nasional,” tandasnya. (Admin)

Berita Terkait

Top