APBD Mimika 2024 Rp.7,5 Triliun Masuk 5 Besar se-Indonesia Raya (Kalau Jadi), Ini Kata Wabup JR
Timika, KontenMimika.com – APBD Pemkab Mimika tahun anggaran 2024 akan kembali dibahas pengesahannya oleh DPRD dan pemerintah eksekutif, besok lusa, Rabu 17 Januari 2024. Besarannya fantastis, mencapai Rp.7,5 triliun.
APBD ‘Kota Dollar’ memang Wow!
Bandingkan. Dengan APBD pemerintah provinsi saja, jumlahnya tidak sebesar Mimika punya. Mengacu dari APBD tahun 2023 lalu hanya senilai Rp.2,3 T dan di APBD Perubahan jadi Rp.3,6 T.
Bila dibandingkan dengan Pemkab/kota di seluruh Indonesia, maka APBD Mimika masuk dalam kategori 5 besar APBD paling tinggi se-Indonesia.
Dilihat dari website Kementerian Keuangan RI, nilai APBD Kabupaten Mimika ternyata masih di atas lebih sedikit dibandingkan dengan Kabupaten Bojonegoro yang berada di posisi 5 terbesar senilai Rp.7,47 T.
Menyusul sampai nomor 10 terbesar ada Kota Bandung (Rp.7,20 T), Kabupaten Tangerang (Rp.7,11 T), Kabupaten Bekasi (Rp.6,95 T), Kabupaten Badung (Rp.6,06 T), dan Kota Bekasi (Rp.5,98 T).
Sementara posisi ke-4 ada Kabupaten Kutai Negara dengan Rp 7,78 T, nomor 3 Kota Medan Rp.7,86 T, nomor 2 Kabupaten Bogor dengan Rp.9,34 T dan Kota Surabaya merupakan pemegang APBD paling besar se-Indonesia Raya sebesar Rp.11,36 Triliun.

(Rangkuman jumlah APBD Pemkab-Pemkot 2023 se-Indonesia)
Turun. Kata Wabup John Rettob tentang APBD Rp.7,5 T.
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob (JR), mengatakan, dipastikan besaran awal pengajuan APBD itu akan turun. Walaupun ia tidak memberikan angka pastinya.
“Kemarin APBD kita usulkan 7,5 triliun. Yang telah diserahkan eksekutif kepada legislatif untuk ditetapkan. Saya sebagai pengawas anggaran, menilai kita (pemerintah) terlalu optimis. Saya pikir (APBD 2024) tidak akan mencapai 7,5 (triliun,” ujarnya kepada media belum lama ini.
Menurutnya, mandegnya proses pengesahan APBD Pemkab Mimika telah difasilitasi oleh Kementerian Dalam Negeri dan Pemprov Papua Tengah. Dari evaluasi didapati bahwa nilai APBD Kota Dollar terlalu melambung tinggi.
“Platform anggaran yang ditetapkan kemarin itu terlalu tinggi, terlalu berlebihan, sehingga itu juga menjadi masalah. Mungkin nanti dalam penetapan (Paripurna DPRD), itu (nilai APBD) pasti akan turun,” ungkapnya.
Wabup JR juga memohon maaf kepada warga Mimika bila di tahun kemarin pengelolaan APBD tidak berjalan maksimal, bagi kepentingan rakyat.
“Evaluasinya bagaimana pengeluaran kita, prediksi pendapatan kita. Kalau pendapatan kita dapat di akhir tahun, jangan kita terlalu optimis untuk mengeluarkannya. Akan menyebabkan defisit nanti,” tandasnya. (D’To)

- Advertisement






