Jelang Konferensi Kota Toleransi II, FKUB Mimika Perkuat Kerukunan Lewat Seni dan Olahraga


KONTENMIMIKA.com, Timika — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika memperkuat pesan toleransi dan persaudaraan melalui Konser Kerukunan sekaligus penutupan FKUB Minisoccer Cup 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju Konferensi Kota Toleransi (KKT) II yang dijadwalkan berlangsung di Timika pada 16 November 2026.

Kegiatan bertema “Harmoni Mimika: Simfoni Kita, Merayakan Karya” tersebut digelar di Gedung Tongkonan, Jalan Sam Ratulangi, Timika, Papua Tengah, Jumat 16 Oktober 2026.

Acara dibuka oleh Bupati Mimika Johannes Rettob yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika, Fransiskus Bokeyau. Pembukaan turut didampingi Ketua FKUB Mimika, Jeffrey C. Hutagalung.

Dalam sambutannya, Fransiskus mengatakan tema kegiatan tersebut mengandung pesan penting tentang kehidupan masyarakat yang beragam. Menurut dia, perbedaan harus dipandang sebagai kekayaan, perjumpaan menjadi kesempatan mempererat persaudaraan, dan karya diwujudkan sebagai kontribusi nyata bagi kemajuan Mimika.

Ia menjelaskan, harmoni mengajarkan masyarakat untuk hidup berdampingan tanpa menjadikan perbedaan sebagai penghalang. Seperti sebuah simfoni yang menghasilkan keindahan dari beragam alat musik dengan karakter berbeda, kehidupan masyarakat juga dapat berjalan harmonis apabila setiap kelompok saling menghormati dan bekerja sama.

Menurut Fransiskus, musik dan seni memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat, menyampaikan pesan perdamaian, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya. Kreativitas juga dapat membuka ruang perjumpaan yang positif bagi warga dari berbagai latar belakang.

Karena itu, ia berharap Konser Kerukunan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan sosial dan merayakan keberagaman masyarakat Mimika.

“Mari kita jadikan panggung seni sebagai panggung persaudaraan, tempat setiap orang dapat berkontribusi, mengekspresikan kreativitas, serta menunjukkan bahwa Kabupaten Mimika memiliki masyarakat yang berbudaya, toleran, dan mampu hidup berdampingan secara damai,” ujarnya.

Fransiskus juga mengajak generasi muda menjadi pelopor toleransi, duta perdamaian, dan penggerak persatuan melalui prestasi, olahraga, seni, budaya, serta berbagai kegiatan produktif.

Ia menegaskan, menjaga kerukunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau FKUB, melainkan kewajiban seluruh masyarakat. Nilai toleransi perlu dibangun sejak lingkungan keluarga, tempat tinggal, rumah ibadah, sekolah, hingga tempat kerja.

Menurut dia, setiap warga harus memahami bahwa setiap orang berhak menjalankan ibadah sesuai keyakinannya, melestarikan budaya, dan memperoleh kedudukan yang sama dalam kehidupan sosial.

“Kabupaten Mimika adalah rumah kita bersama. Sikap saling menghormati inilah yang menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan dan kedamaian Kabupaten Mimika,” tegasnya.

Fransiskus menilai FKUB Minisoccer Cup juga telah menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi ruang perjumpaan masyarakat dalam semangat persaudaraan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menyambut pelaksanaan KKT II 2026.

Ia berharap FKUB terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun dialog antarumat beragama, memperkuat komunikasi lintas kelompok, mencegah potensi konflik sosial, serta menjalankan program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjutnya, berkomitmen mendukung berbagai upaya untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, mengembangkan potensi generasi muda, dan membangun daerah melalui semangat kebersamaan serta gotong royong.

Fransiskus berharap rangkaian kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai acara seremonial, tetapi menjadi awal penguatan komitmen bersama untuk merawat toleransi dan mewujudkan Mimika yang damai, harmonis, maju, dan sejahtera.

KKT II menjadi momentum memperkuat persatuan

Sementara itu, Ketua FKUB Mimika Jeffrey C. Hutagalung mengatakan Konser Kerukunan dan FKUB Minisoccer Cup 2026 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk menyambut Konferensi Kota Toleransi II yang dijadwalkan berlangsung di Timika pada 16 November 2026.

Menurut Jeffrey, kedua kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat persaudaraan, toleransi, persatuan, dan keharmonisan masyarakat Mimika.

“Kedua kegiatan ini untuk memperkuat persaudaraan, toleransi, persatuan, serta keharmonisan masyarakat Mimika. Sekaligus menjadi momentum strategis dalam menyongsong Konferensi Kota Toleransi II pada 16 November mendatang,” katanya.

Jeffrey mengatakan terpilihnya Mimika sebagai tuan rumah konferensi merupakan bentuk apresiasi atas upaya menjaga kerukunan umat beragama di daerah tersebut.

Ia menjelaskan, pelaksanaan KKT II bertujuan memperkuat persatuan antarumat beragama dan menumbuhkan semangat kebersamaan. Konferensi itu juga diharapkan menjadi ruang perjumpaan bagi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat luas untuk membangun komunikasi yang sehat, terbuka, dan konstruktif.

Jeffrey menambahkan, FKUB mendapat mandat untuk menjaga, merawat, dan membina kerukunan umat beragama di tengah masyarakat. FKUB juga berperan memberikan rekomendasi terkait pendirian rumah ibadah sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung rangkaian kegiatan tersebut, termasuk Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Mimika.

Jeffrey berharap kegiatan menjelang KKT II dapat memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat, terutama generasi muda, sehingga nilai toleransi dan persaudaraan terus terpelihara dalam kehidupan sehari-hari.

“Terima kasih kepada Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Mimika yang telah mendukung kegiatan ini,” tutupnya. (nls)

Berita Terkait

Top