Kabut Asap Makin Tebal, Dinkes Mimika Imbau Warga Pakai Masker dan Batasi Aktivitas di Luar Rumah


KONTENMIMIKA.com, Timika — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyau, mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi kegiatan di luar rumah jika tidak mendesak.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul kabut asap tebal yang menyelimuti wilayah Mimika, yang dikaitkan dengan kebakaran hutan di Merauke, Provinsi Papua Selatan.

“Semua masyarakat yang berada di luar ruangan harus memakai masker. Jika tidak ada urusan penting, tidak perlu keluar rumah,” ujar Marselino di Timika baru-baru ini.

Marselino menjelaskan, kabut asap mengandung partikel-partikel mikroskopis dan gas yang dapat membahayakan kesehatan, terutama sistem pernapasan dan paru-paru. Karena itu, masyarakat diminta mengurangi paparan asap guna meminimalkan risiko gangguan kesehatan.

Ia juga mengingatkan para orang tua agar mengawasi anak-anak yang mengikuti pembelajaran dari rumah akibat kondisi kualitas udara yang memburuk. Anak-anak diminta tetap berada di dalam rumah dan tidak bermain di luar ruangan selama kabut asap masih tebal.

“Untuk orang tua yang anaknya belajar di rumah, jangan lengah. Jangan biarkan anak-anak bermain di luar rumah karena kabut asap semakin tebal,” tegasnya.

Selain mengimbau masyarakat, Dinas Kesehatan Mimika juga meminta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) segera melaporkan perkembangan jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sejak awal kabut asap menyelimuti wilayah tersebut.

Menurut Marselino, laporan itu diperlukan untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan kasus gangguan pernapasan selama kondisi kualitas udara memburuk.

“Kami sudah meminta agar fasilitas kesehatan segera memberikan laporan jumlah penderita ISPA sejak awal kejadian kabut asap tebal. Apakah ada kenaikan jumlah penderita atau tidak?” katanya.

Data tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi Dinas Kesehatan untuk memantau dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat dan menentukan langkah penanganan lebih lanjut. (nls)

Berita Terkait

Top