Kelurahan Inauga Mulai Penimbangan Perdana Program Kios Sampah


TIMIKA, KontenMimika.com — Program pengelolaan sampah melalui Kios Sampah di Kelurahan Inauga, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, mulai memasuki tahap penimbangan perdana pada Senin, 9 Maret 2026. Program yang telah dibentuk sejak November 2025 itu bertujuan mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan limbah rumah tangga.

Kepala Kelurahan Inauga, Gerson Rumbarar, mengatakan sampah yang telah dikumpulkan warga saat ini sedang menjalani proses penimbangan ulang oleh pengepul untuk memastikan jumlah dan jenisnya.

“Kami baru akan melakukan drop perdana hari ini. Sampah yang terkumpul sedang ditimbang ulang oleh pengepul untuk mengetahui jumlah pastinya, termasuk pemisahan berat sampah plastik dan jenis lainnya,” kata Gerson saat ditemui di ruang kerjanya di Timika, Senin 9 Maret 2026.

Menurut dia, sampah yang dikumpulkan tidak hanya berasal dari warga Kelurahan Inauga, tetapi juga dari masyarakat di wilayah lain, seperti Sempan. Pihak kelurahan tetap menerima berbagai jenis sampah yang memiliki nilai jual.

Jenis sampah yang diterima antara lain botol plastik, botol oli, plastik kresek, karton, rak telur, kaleng aluminium, serta botol minuman. Sampah tersebut dikumpulkan dan selanjutnya ditimbang oleh pengepul.

Gerson mengatakan program ini merupakan pelaksanaan pertama setelah melalui tahap sosialisasi dan persiapan sejak November 2025 hingga Maret 2026.

“Ini baru pertama kali kita lakukan penimbangan setelah program terbentuk cukup lama. Harapan kami ke depan kegiatan ini bisa berjalan secara rutin,” ujarnya.

Dalam program tersebut, warga yang menyerahkan sampah akan mendapatkan poin yang nantinya dapat ditukarkan dengan kebutuhan pokok. Kelurahan telah menyiapkan sejumlah barang seperti beras, minyak goreng, dan gula sebagai bentuk apresiasi bagi warga yang berpartisipasi.

“Konsepnya seperti bank sampah. Warga dapat poin dari sampah yang mereka kumpulkan, lalu poin itu bisa ditukar dengan sembako,” kata Gerson.

Ia mengakui program ini sempat mengalami kendala pada tahap sosialisasi dan teknis pelaksanaan di lapangan. Namun setelah mendapatkan bantuan karung dari donatur, pihak kelurahan langsung membagikannya kepada warga untuk memudahkan proses pemilahan sampah di rumah.

“Setelah karung dibagikan, masyarakat langsung kami minta memilah dan mengumpulkan sampah dari rumah masing-masing. Sekarang kami tinggal menunggu hasil penimbangan pastinya,” ujarnya. (lsb)

Berita Terkait

Top