Sentuhan Hati di Waituku: Kunjungan TP-PKK Ungkap Kesenjangan Mencolok di Tengah Kabupaten Mimika


Mimika, KontenMimika.com – Kunjungan kerja Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika ke Kampung Waituku, Distrik Jita, membuka fakta kontras yang mencolok antara pusat kota Timika yang terus berkembang dan wilayah kampung yang masih tertinggal dalam pemenuhan layanan dasar.

Program kepala daerah JOEL, Bupati John Rettob dan Wabupati Emanuel Kemong, memang paling cocok menjawab kesenjangan ini. Membangun dari Kampung ke Kota. TP-PKK Mimikapun berupaya mewujudkan slogan kerja ini dengan menyambangi wilayah terpencil.

Dalam kunjungan tersebut, anggota Pokja 1 Bidang Keagamaan, Anna Bala, mengungkapkan refleksi mendalam setelah melihat langsung kondisi masyarakat di Waituku. Baginya, perjalanan itu bukan sekadar tugas lapangan, melainkan pengalaman yang menggugah hati.

“Perjalanan kali ini menyentuh hatiku. Aku banyak terdiam merenungkan keramaian kota Timika dengan segala kecanggihannya,” ujarnya.

“Waituku, satu kampung kecil yang tidak ada sekolah, anak-anak SD harus menyeberang bila hujan, jembatan kayu sudah mau patah,” lirih Anna.

Pendidikan Minim, Anak Terancam Bahaya

Waituku menghadapi masalah serius dalam akses pendidikan. Tidak ada sekolah dasar di kampung tersebut, memaksa anak-anak menyeberang ke kampung seberang melalui jembatan kayu yang sudah rapuh, terutama berbahaya saat hujan.

Sebuah PAUD memang tersedia dan dikelola gereja, namun pelayanan tidak optimal karena ketiadaan guru tetap. Jumlah anak usia sekolah yang terus bertambah menegaskan urgensi perhatian pemerintah terhadap layanan pendidikan di wilayah itu.

Kesehatan Terbatas, Ekonomi Terhimpit

Di sektor kesehatan, Waituku hanya memiliki satu Pustu kecil yang diisi tiga perawat, ditambah dua perawat lain di kampung seberang. Namun ketiadaan kios atau tempat usaha membuat warga harus menempuh perjalanan ke ibu kota distrik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi makin diperparah dengan ketiadaan akses listrik 24 jam, menunjukkan masih lebarnya ketimpangan infrastruktur di Kabupaten Mimika.

Kekayaan Budaya yang Belum Tersentuh Pasar

Meski serba terbatas, Waituku menyimpan kekayaan budaya yang kuat. Ukiran tradisional, tas unik, serta hiasan kepala suku Sempan menjadi daya tarik tersendiri di kampung tersebut. Anna Bala menilai kerajinan khas itu berpotensi besar dikembangkan melalui pembinaan Dekranasda agar bisa masuk pasar yang lebih luas.

Harapan Warga untuk Kepemimpinan Mimika

Anna menutup refleksinya dengan harapan agar aspirasi masyarakat Waituku mendapat jawaban melalui kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Mimika, serta dukungan TP-PKK dan Dekranasda.

“Kiranya ungkapan harapan masyarakat akan terjawab dalam pemerintahan bapak Bupati dan Wakil Bupati serta Tim PKK dan Dekranasda,” ujar Anna Bala.

Masih Ada Sudut Mimika yang Menunggu Perhatian

Kunjungan TP-PKK Mimika ke Waituku menjadi pengingat bahwa di tengah kemajuan pembangunan, masih ada kampung-kampung yang memerlukan sentuhan nyata dalam pemenuhan kebutuhan dasar—pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ekonomi. (Hr)

Berita Terkait

Top