Jelajah Kasih ke Pesisir: TP PKK Mimika Sentuh Hati Warga Jelang Natal di Distrik Jita


Timika, KontenMimika.com – Bunyi mesin menderu di perairan Distrik Jita. Suara kapal speed boat memecah pagi yang lengang, menyambut matahari terbit.

Tiga perahu berjejak dari Timika, membawa rombongan Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kabupaten Mimika dalam misi sosial bertajuk Berbagi Kasih Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Kampung Waituku menjadi titik singgah utama dalam perjalanan yang menempuh jalur sungai itu.

Rombongan dipimpin Sekretaris TP PKK Mimika, Sara Lisa, dan diterima Kepala Distrik Jita, Suto H. Rontini, bersama kepala-kepala kampung dan warga dari lima kampung: Waituku, Blumen, Sumapro, Wacakam, dan Wapu.

Suasana hangat menyambut kedatangan mereka—sebuah penanda bahwa kehadiran TP PKK di wilayah pesisir masih dinantikan.

Membawa serta paket sembako lengkap berisi gula, susu, kopi, biskuit, minyak goreng, dan sirup, TP PKK ingin memastikan sukacita Natal dirasakan hingga ke pelosok.

Dalam sambutannya, Sara Lisa menegaskan misi kunjungan itu sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah. Kunjungan ini dalam rangka upaya mewujudkan Pembangunan dari Kampung ke Kota, yang menjadi slogan kerja Pemkab Mimika di bawah kepemimpinan JOEL,  Bupati Johannes Rettob dan Wakil Emanuel Kemong.

“Jangan dilihat berapa nilainya, tetapi lihatlah kepedulian Beliau berdua untuk masyarakat. Visi-misi Bapak Bupati adalah bergerak dari kampung masuk ke kota. Inilah bukti kepedulian itu,” ujar Ny. Sara Lisa.

Bantuan sembako yang diangkut dua perahu khusus dibagikan kepada tiap keluarga di lima kampung tersebut.

Logistik yang dibawa tidak main-main. Dua perahu khusus mengangkut sembako untuk memastikan setiap keluarga di lima kampung tersebut mendapatkan bagiannya. Penyerahan simbolis dilakukan langsung kepada mama-mama Ketua PKK Kampung, sosok yang dianggap sebagai “manajer” sejati dalam rumah tangga.

“Kenapa mama-mama yang terima? Karena kalau urusan perut, pasti mama-mama. Bapak-bapak cari uang, tapi pulang harus kasih masuk di noken mama. Kalau bapak-bapak yang kelola, pasti tidak cukup,” canda Ny. Sara Lisa yang disambut gelak tawa warga, sembari mengapresiasi peran ganda seorang ibu yang tak tergantikan.

Kepala Distrik Jita, Suto H. Rontini, mengungkapkan alasan strategis mengapa Kampung Waituku dipilih sebagai lokasi acara, bukan ibu kota distrik di Sempan Timur.

“Saya sengaja bawa Ibu-ibu dong ke sini. Jangan kita tunjukkan yang bagus-bagus saja. Yang tidak bagus jangan disembunyi, supaya bisa berubah,” tegas Suto.

Ia menyoroti kondisi PKK di tingkat distrik dan kampung yang selama ini seolah “mati suri”. Meskipun Dana Desa tersedia, kendala pemahaman dan kurangnya pelatihan membuat anggaran pemberdayaan sering kali tidak terserap maksimal.

“Uang banyak, tapi bingung mau dipakai bagaimana. Saya berharap kehadiran TP PKK Kabupaten bisa menjadi jembatan ke DPMK agar program pemberdayaan dan peningkatan kapasitas mama-mama di kampung bisa di-floating dan berjalan nyata,” harap Kepala Distrik.

Rombongan TP PKK juga dibuat tersentuh ketika melihat para mama di kampung masih mengenakan seragam PKK keluaran tahun 2022, dirawat baik meski jarang digunakan dalam kegiatan formal.

Kunjungan itu, kata Sara Lisa, bukan menjadi akhir, melainkan awal untuk membawa aspirasi warga Jita ke pemerintah kabupaten. Ia berjanji memperjuangkan agar program pembinaan dan peningkatan keterampilan dapat berjalan pada tahun 2026.
“Kita ingin mama-mama punya keterampilan baru, bukan hanya mencari karaka,” katanya.

Acara ditutup dengan penyerahan bantuan dan diskusi bersama masyarakat.

Di tepian sungai Waituku yang tenang, kunjungan TP PKK Mimika memupuk harapan bahwa pembangunan daerah dapat benar-benar berangkat dari kampung, dari tangan-tangan mama yang selama ini menjaga denyut kehidupan pesisir.

Berita Terkait

Top