Bawaslu Ketemu Media Bahas Partisipatif Pengawasan Pemilu
Timika, KontenMimika.com – Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mimika menggelar pertemuan dengan media Kota Timika dalam rangka peningkatan pengawasan Pemilu yang semakin mendekat.
Pada Sabtu 27 Januari 2024 di Horizon Diana Jalan Budi Utomo, kegiatan itu mengusung tema ‘Peran Media Dalam Mewujudkan Pemilu Serentak Tahun 2024 yang Demokratis dan Berintergritas’.
Hadir sebagai narasumber, dekomisioner Bawaslu, Budiono Echi, Akademisi dan praktisi media Jimmy Rungkat serta dari Bawaslu Faisal Turah dan Salahuddin Renyaan.
Yang menonjol dalam pemaparan dan diskusi adalah seputar potensi terjadinya PSU (Pemungutan Suara Ulang), di mana Bawaslu mengaku sudah memetakan sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) bersangkutan.
“Berita paling utama dalam penyelenggaraan pemilu nanti, seputar PSU. Kami memetakan daerah yang memiliki TPS yang bisa dimobilisasi,” ujar Faizal Turah Koordinator Sekretariat Bawaslu.
Marsel Balawanga, jurnalis senior Timika meminta Bawaslu turut memberikan perlindungan pada saksi pelanggaran Pemilu. Dengan adanya jaminan keamanan itu, maka ia menilai pelanggaran akan semakin ketat terawasi.
“Terkait perlindungan saksi. Orang tidak akan mau jadi saksi kalau dia pulang terus dapat pukul. Ini harus jelas perlindungannya dari Bawaslu seperti apa?” sebutnya.
Menjawab hal itu, Bawaslu menyatakan dalam pelaporan pelanggaran Pemilu ada tahapan mekanisme dan yang paling penting adalah tersedinya bukti yang valid.
“Tentu kami siap ambil tindakan, dan Bawaslu netral. Dalam penindakan hukum kami tidak pilih kasih. Tapi kembali lagi pada (adanya) barang bukti dan kesediaan pelapor. Bukti video dan foto,” jelas Salahuddin Renyaan Kordinator Divisi Pencegahan, Panmas dan Humas Bawaslu Mimika.

(Jurnalis Mimika antusias bertanya-jawab serta memberi masukan dan saran agar Pemilu berjalan demokratis dan berintegritas.)
Adapun di Mimika terdapat 955 TPS, tersebar di 18 Distrik dan 152 kelurahan di Kabupaten Mimika. Jumlah yang besar ini tentu butuh banyak SDM untuk berjalan lancarnya pengawasan. Untuk itulah partisipatif semua pihak dirasa penting untuk bersama Bawaslu menghadirkan pemilu yang bebas dari pelanggaran dan kecurangan. (D’To)





