Wabup Kemong Minta Komitmen Jaga Perdamaian Diteruskan kepada Warga


Timika, KontenMimika.com – Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Forkopimda Mimika bersama para pimpinan lembaga adat dan ketua-ketua paguyuban serta organisasi kemasyarakatan, kepemudaan dan lainnya menyatakan deklarasi damai di Kabupaten Mimika

Pernyataan deklarasi damai ini guna mengantisipasi menularnya dampak demo anarkis di Ibukota Jakarta dan daerah lainnya di Indonesia, agar tidak masuk ke Kabupaten Mimika.

Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, serta Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau, Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman dan Dandim 1710 Mimika Letkol Inf. Slamet Wijaya memimpin deklarasi damai tersebut.

Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong meminta para pemuka tokoh masyarakat dapat meneruskan pesan perdamaian kepada warga masyarakat yang berada di bawahnya, sehingga bersama-sama bisa menjaga Mimika tanah yang damai.

“Mohon pesan ini diteruskan kepada masyarakat yang menjadi tanggung jawab kita. Pak pendeta, silakan, kasih tahu di gereja, Pak ustad silakan kasih tahu di masjid, ketua kerukunan ikatan silakan teruskan. Mari kita jaga Mimika yang damai,” ujarnya.

Menurutnya, semangat kebersamaan antar warga Mimika yang majemuk merupakan modal yang kuat untuk menata masa depan Mimika yang lebih baik.

“Persatuan perdamaian itu harus dijaga, dirawat. Tidak ada guna kita hanya buang buang waktu mengikuti hal-hal yang negatif. Kita bersatu, mari kita pikir untuk masa depan Mimika yang ceria,” ajak Wabup Emanuel Kemong.

Sementara itu Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, mengungkapkan apresiasi kepada aksi Aliansi Pemuda Mimika Bersatu, yang sebelumnya ingin melaksanakan aksi demo di tempat terbuka namun akhirnya mau diajak berjumpa dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama di aula Kantor DPRK Mimika, Jalan Cenderawasih.

Menurutnya, kalau aspirasi dinyatakan dalam bentuk aksi demo, akan rentan disusupi kepentingan pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab. Demo itu bisa merusak dan menuju tindakan anarkis sehingga warga sendiri yang akan menderita kerugian.

“Kalau demo, itu nanti pihak ketiga bisa masuk dan bisa merusak kita sendiri, kita yang rugi,” sebutnya.

DPRK Mimika sebagai perwakilan rakyat terbuka menerima dan tidak alergi terhadap masukan-masukan demi perbaikan ke arah yang lebih baik di masa mendatang.

“Kita perlu menjaga Kamtimbas secara bersama. Bila ada masukan-masukan yang penting, kita sama-sama saling melengkapi untuk menjaga Kabupaten Mimika hari ini sampai ke depan,” tandasnya.

Sebelumnya Bupati John Rettob meminta seluruh elemen dan lapisan warga Mimika bersatu padu. Kompak dan solid dalam menjaga Mimika Rumah Kita tetap sebagai daerah yang aman, kondusif dan harmonis. (Admin)

Berita Terkait

Top