Rumah Transit Pendidikan Yau Ma’o Mulai Dibangun, Harapan Pendidikan Anak-anak Kamoro


Timika, KontenMimika.com – Yayasan Pelita Harapan Kamoro melakukan kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Transit Pendidikan Yau Ma’o, di Jalan Gorong-Gorong, pada Senin 4 Maret 2024.

Rumah itu digadang-gadang menjadi tempat satu-satunya bagi anak-anak Kamoro, yang ingin terus mengenyam pendidikan.

Ide rumah ini lahir dari gagasan anak suku asli Kamoro, Dr Leonardus Tumuka.

Acara itu diawali dengan prosesi acara adat, percikan air suci dan pengecoran batu secara simbolis oleh Pastor Amandus Rahadat pr, yang disaksikan oleh perwakilan Dinas Pendidikan Mimika, perwakilan PT Orica dan perwakilan Managemen PTFI, serta MRP Papua Tengah.

Leonardus Tumuka, dalam sambutannya mengatakan, Rumah Transit Pendidikan Yau Ma’o merupakan implementasi dari impiannya yang sudah lama.

Metode dalam rumah singgah ini akan mengacu pada karakteristik masyarakat asli Suku Kamoro yang sangat melekat dengan budaya melaut.

Dilema dari budaya ini, para orang tua harus membawa semua anak-anak mereka melaut, sehingga banyak anak yang tidak bersekolah bahkan mengalami putus sekolah.

“Karena saya tahu betul anak-anak Kamoro selalu ikut orang tuanya bekerja, sehingga anak-anak jadi tidak sekolah. Dengan adanya rumah transit ini, anak-anak bisa tinggal dulu di rumah sini, biar orang tua pergi mencari,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam Rumah Transit Pendidikan Yau Ma’o nantinya anak-anak akan diberikan makan dari pagi hingga sore saat orang tua pergi bekerja. Di sini anak-anak akan diberikan materi pelajaran yang sesuai dengan usia anak bersangkutan.

“Jadi, pagi sampai sore anak-anak bisa dititip. Nanti setelah mencari (bekerja) anak sudah bisa dibawa pulang. Paling tidak anak-anak bisa mendapatkan pendidikan, jadi pada saat masuk sekolah kembali anak-anak bisa menyesuaikan,” jelasnya.

Selanjutnya mewakili Perusahaan Orika sebagai donatur pembangunan Rumah Transit Pendidikan Yau Ma’o, Me Trevor Darby dalam sambutannya mengatakan, bantuan yang diberikan pihaknya merupakan bantuan bagi anak-anak Mimika terutama anak-anak Kamoro agar banyak bisa mendapatkan pendidikan yang baik.

“Karena gagasan ini sangat baik, tindakan yang positif, sehingga Orika membantu. Sebab generasi yang bermutu berawal dari usia anak-anak. Kita semua harus bersama-sama untuk memajukan masa depan yang lebih bermutu,” ujarnya.

Sementara itu Perwakilan PT Freeport Indonesia, Stephen Lorenzen mengatakan, semua fasilitas di Timika sudah tersedia dengan baik namun dinamika yang ditemui di lapangan yaitu, belum ada fasilitas yang memenuhi kebutuhan masyarakat asli.

Dengan adanya Rumah Transit Pendidikan Yau Ma’o ini diharapkan menjadi jawaban atas permasalahan pendidikan yang dihadapi warga Suku Kamoro.

“Tanggung jawab atas pendidikan anak-anak bukan hanya ada pada yayasan dan Pemkab, namun ada pada orang tua. Maka dari itu kita berharap dengan adanya Rumah Transit Pendidikan Yau Ma’o, orang tua dapat mempercayai yayasan untuk menitipkan anak-anaknya sehingga bisa mendapatkan pendidikan yang lebih baik,” tandasnya. (D’Fi)

Berita Terkait

Top