Al-Ishlah Timika Gelar Halal Bi Halal, KH. Thoha: Hadirkan Pendidikan yang Murah tapi Tidak Murahan
Timika, kontenmimika.com – Pimpinan Pusat Yayasan Al-Ishlah, KH. Thoha Yusuf Zakariya, Lc, menitip pesan agar organisasi yang bergerak di bidang pendidikan itu dapat menyediakan mutu pendidikan yang berkualitas, dengan biaya yang terjangkau.
“Kita menyediakan pendidikan yang murah tapi bukan yang kualitasnya murahan. Ke depan Al-Ishlah ini diberikan kemajuan, keberkahan, ridhonya oleh Allah SWT,” ujarnya, Rabu (17/05/2023), saat Halal Bi Halal dan peletakan batu pertama pembangunan Gedung TKIT Al-Ishlah dan pagar sekolah, di Jalan Hasanudin.

Acara itu turut dihadiri Kepala Distrik Mimika Baru, Dedi Paokuma, dan Anggota DPRD Mimika, Herman Gafur, serta undangan VIP lainnya. Acara halal bi halal diharapkan dapat menguatkan tali silaturahmi, serta mengokohkan syiar Islam dan menyatukan ruh keAl-Ishlah-an.
Lagi kata KH. Thoha, pihaknya berkomitmen untuk mendukung program pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa, sesuai dengan motto sekolah itu: ‘Berdiri di atas dan untuk semua golongan, mencetak Muslim benar dan pintar’.
Dalam persaudaraan Islamiah, kata dia, akan melahirkan 4 hal, yaitu, saling kerja sama, saling tolong menolong, saling toleransi dan saling mendukung atau menopang.
Ia mendorong keluarga besar Ishlah untuk terus mempererat persaudaraan di tanah rantau Mimika yang sudah menjadi kampung halaman kedua, sehingga dapat mempersembahkan yang terbaik dalam sumbangsih pembangunan Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
“Kita hidup bersaudara. Uang bisa dicari tapi saudara itu sulit untuk dicari. Kita bersama Pak Camat menjadi saudara, ditandai dengan keinginan untuk membantu dan hadir di acara kita,” ungkapnya.


Kh. Thoha juga mengajak segenap pengurus dan keluarga besar Yayasan Al-Ishlah Bondowoso Cabang Timika untuk menjadi pribadi yang pemaaf, tidak angkuh dan jauh dari perselisihan.
“Orang yang tidak suka memaafkan, itu bisa kena sakit kanker hati, dan termasuk ‘kanker’ alias kantong kering. Orang yang suka memaafkan dibikin panjang umur. Pengurus tidak boleh ada yang hatinya ada perselisihan,” ajaknya.

Dijelaskannya, dalam ajaran agama Islam, dikatakan bahwa di dalam satu rumah organisasi, bila ada perselisihan maka Malaikat Tuhan tidak akan masuk untuk membawa keberkahan dari Tuhan bagi penghuni rumah tersebut. Sehingga ia mendorong untuk bila ada permasalahan, maka mengutamakan Tabayyun, ketimbang menggerutu di belakang.
“Saya yakin kebesaran yayasan Al-Ishlah karena kejujuran dan kesabaran serta amanah juga keikhlasan,” tandasnya.






