Al-Ishlah Timika Wisuda 222 Siswa-siswi, Berkembang dari Hanya 10 murid Jadi Hampir 1.000 di tahun 2023


Timika, kontenmimika.com – Sekolah di bawah Yayasan Al-Ishlah Bondowoso Cabang Timika, pada Kamis (18/05/2023), melakukan wisuda pelepasan bagi sebanyak 222 siswa-siswi TKIT, SD dan MTs plus Al-Ishlah.

Penamatan atau Haflah Takharruj Al Kubro Tahun Ajaran 2022-2023 itu dilakukan di Gedung Eme Neme Yauware, dipimpin langsung oleh Ketua Pengurus Pusat YAB, KH. Thoha Yusuf Zakariya serta Ketua Yayasan Cabang Timika, Herman Gafur, Sekretaris, H. Tongano, Ketua Komite Sekolah, H. Muh. Ilyas, serta jajaran pengurus lainnya. Para orang tua murid turut mendampingi anak-anaknya di momen penamatan ini.

Usai kegiatan, kepada wartawan Ketua Yayasan Al-Ishlah Bondowoso Cabang Timika, Herman Gafur, mengatakan ia berharap pendidikan bagi anak-anak soleh dan soleha itu tidak berhenti. Namun para tunas bangsa itu diharapkan semakin bersemangat menggapai ilmu yang lebih tinggi, sehingga bisa menjadi jaminan masa depan yang gemilang.

“Kegiatan penamatan ini yang sangat ditunggu-tunggu. Harapan kita anak-anak tidak berhenti di sini, tapi melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya karena pendidikan bukan hanya keharusan tapi juga kewajiban,” ujar  Herman yang juga Anggota DPRD Mimika Komisi C itu.

Sesuai arahan dari pimpinan pusat Yayasan Al-Ishlah, jelasnya, Cabang Timika yang dipimpinnya diminta untuk melakukan ekspansi pengembangan pendidikan, yakni dengan membuka sekolah serupa di daerah lainnya di Papua. Bahkan ke depan sekolah itu berencana untuk membuka jenjang pendidikan SMA atau Madrasah Aliyah (MA).

Keberhasilan pengembangan pendidikan di Al-Ishlah Cabang Timika dinilai layak untuk terus berkembang di Papua. Dengan demikian membantu pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa, yaitu generasi muda Islam yang taat agama, berbakti pada orang tua dan cinta Negara.

“Al-Ishlah menjadi trend centre pendidikan dan Quran. Sebagaimana harapan pengurus pusat Al-Ishlah, bagaimana dari Mimika bisa meningkat terus sehingga bisa membuka cabang lainnya di Papua, khususnya Papua Tengah,” ungkap Ketua KKST (Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara) Mimika itu.

Herman Gafur menjelaskan, sekolah keagamaan Islam yang dibuka sejak tahun 2011 diawali dengan membuka TK dengan hanya 10 orang murid saja. Seiring waktu dan usaha yang gigih serta ikhlas, saat ini di tahun 2023 murid di Al-Ishlah telah bertambah menjadi hampir seribu siswa-siswi yang terdiri dari jenjang TK, SD dan SMP/MTs.

“Komitmen kami, lanjutkan terus pendidikan. Supaya kelak anak-anak kami, bisa berkonstribusi bukan hanya untuk kepentingan Al-Ishlah tapi juga untuk kepentingan Bangsa dan Negara, termasuk Mimika tercinta,” kandasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah TKIT Al –Ishlah, Niswatin Nissa, mengungkapkan sekolah di bawah naungan yayasan itu berdiri sejak 2011 dibuka untuk TK. Kemudian berkembang dengan membuka SD di 2021 dan SMP/ MTs di tahun 2018. Sudah angkatan ketiga yang lulus untuk jenjang SMP/MTs.

“Sekolah Al-Ishlah Timika lahir, berawal dari kepedulian untuk menghadirkan pendidikan agama Islam yang terjangkau, yang pada waktu itu tidak bisa dijangkau masyarakat menengah ke bawah. Pada saat itu pendidikan agama tidak murah, khusus pendidikan agama Islam,” katanya kepada wartawan.

Berawal dari 10 murid TK di tahun pertama, pengurus sekolah menyosialisasikan pembukaan sekolah, khususnya kepada warga yang tidak mampu. Di tahun 2023, tercatat jumlah peserta didik 900 lebih anak.

“Orang tua di Pasar Sentral kami undang semuanya. Pada tahun kedua langsung 25 murid SD dan TK melonjak jadi 50 murid di tahun kedua. Sampai saat ini jumlah anak didik kami, sampai 900 anak. Memang tidak mudah perjalanannya,” kenangnya.

Menurut Nissa, perkembangan sekolah pendidikan Islam itu lantaran animo masyarakat yang besar. “Masyarakat lebih cenderung mementingkan pendidikan agama apalagi Al-Quran-nya. Mereka semakin cinta Al-Ishlah. Ada yang orang tua, anaknya sampai yang ketiga, bahkan yang dalam perut direncanakan mau disekolahkan di sini,” beber Niswatin gembira.

Tidak mau takabur, ia memandang keberhasilan pengembangan Sekolah Al-Ishlah merupakan tanggung jawab yang berat ke depannya. Ia juga berharap dukungan pemerintah bisa turut membantu sekolah Al-Ishlah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Dengan banyaknya siswa, maka keberhasilan ini juga menjadi beban amanah bagi kami. Bismillah, dengan izin Allah, semoga kami bisa mengemban amanah, dengan juga dukungan pemerintah karena sekolah Al-Ishlah ini juga turut mencerdaskan bangsa,” tandasnya.

(Siswa-siswi terbaik TKIT Al-Ishlah Timika)

(Siswa-siswi terbaik SD Al-Ishlah Timika)

(Siswa-siswi terbaik MTs Al-Ishlah Timika)

Acara diakhiri dengan foto bersama dan ramah tamah.

Berita Terkait

Top