Dewan Iwan Anwar Dorong Pansus Air Bersih Segera Temukan Solusi Atas Keluhan Masyarakat Mimika
Timika, KontenMimika.com – Anggota DPRD Kabupaten Mimika dari Fraksi Partai Golkar, Iwan Anwar, S.H., M.H., menyoroti persoalan mendasar yang hingga kini masih membelit masyarakat, yaitu ketersediaan sarana dan prasarana air bersih. Hal ini disampaikannya menanggapi berbagai keluhan warga yang dinilai sudah berlangsung lama dan belum menemukan titik terang.
Iwan Anwar menegaskan bahwa air bersih merupakan kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Namun, ia menyoroti kondisi di Kabupaten Mimika yang dinilai memprihatinkan, terutama terkait kualitas air tanah.
“Air di Kabupaten Mimika ini, jika mengambil dari bawah tanah, tentunya telah mengandung… Saya lupa, apakah penelitian dari UGM atau UI yang pernah menyatakan bahwa air di Mimika ini sudah tercemar. Penelitian itu sudah dilakukan beberapa tahun lalu. Nah, berangkat dari situ, tentunya kita berharap,” ujar Iwan, saat ditemui pada, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi latar belakang pentingnya dukungan terhadap pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Air Bersih. Iwan menekankan bahwa fraksinya, Golkar, mendukung penuh langkah DPRD dalam membentuk Pansus untuk mengawal persoalan ini. Ia juga menyebut bahwa Ketua Pansus Air Bersih saat ini berasal dari Fraksi Golkar.
“Saya meminta kepada Ketua Pansus dan seluruh timnya untuk dapat melakukan langkah-langkah mendalami sejauh mana permasalahan air bersih ini. Ini sudah sekian tahun masyarakat mengimpikan adanya air bersih, namun kenyataannya dalam pelaksanaan selalu ada kendala,” tegasnya.
Iwan Anwar menyoroti sejumlah proyek air bersih yang sempat diresmikan (dilaunching) dan membuat masyarakat gembira, namun tidak bertahan lama. Ia mengungkapkan bahwa tidak lama setelah peresmian, air sudah tidak mengalir lagi ke rumah-rumah warga.
“Bahkan informasi yang kami dapatkan, ada pipa-pipa yang hilang. Tentu hal ini kita meminta dan mendorong tim Pansus untuk melakukan koordinasi dan menemukan kendala di lapangan. Kenapa masalah air bersih ini berlarut-larut, sementara gelontoran anggaran melalui APBD untuk pengadaan air bersih ini cukup besar,” ungkapnya.
Ia mendorong Pansus untuk bergerak cepat mencari akar permasalahan dan solusi konkret. Iwan juga menambahkan bahwa persoalan air bersih tidak hanya terjadi di perkotaan, tetapi juga di wilayah pesisir pantai yang memiliki tantangan tersendiri.
Akibat minimnya pasokan air bersih dari jaringan perpipaan, masyarakat terpaksa bergantung pada air isi ulang galon yang dinilai memberatkan ekonomi keluarga.
“Hampir sebagian besar kita ditindihkan menggunakan air isi ulang galon. Itu cukup berat apabila setiap saat harus membeli. Kalau meteran air sudah mengalir ke masyarakat, tentu salah satu permasalahan di kabupaten dapat diselesaikan satu per satu,” jelas Iwan.
Lebih lanjut, ia menyoroti kebingungan masyarakat terkait saluran pengaduan. Banyak warga yang mengeluhkan air yang masuk ke rumah mereka bermasalah, namun tidak tahu harus mengadu ke mana.
“Mereka bertanya, ini mau mengadu ke mana? Kantornya di mana? Dikelola siapa? Ini perlu jawaban dari pihak pemerintah yang menangani masalah air bersih. Saat ini pipa sudah ada di depan rumah, tapi kalau air tidak ada, sama saja tidak ada manfaatnya,” sesalnya.
Iwan Anwar berharap, melalui Pansus yang telah dibentuk, DPRD dapat memberikan rekomendasi yang tepat kepada pemerintah berdasarkan temuan di lapangan.
“Langkah yang dilakukan tim Pansus ini untuk menemukan di mana letak persoalannya, bagaimana masalahnya, dan bagaimana mencari jalan keluarnya, itu adalah bagian dari tugas DPR dalam memberikan rekomendasi,” pungkasnya. (lsb)






