Kelompok Tani Milenial Didorong Fungsikan Lahan Kosong, Ida Kaissi: Tingkatkan Hasil Pertanian, Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Timika, kontenmimika.com – Kelompok Petani Milenial Kabupaten Mimika mendapat kunjungan dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura, Anggota DPRD Kabupaten Mimika dan Sahabat Petani mitra Kementerian Pertanian RI, pada Senin (13/03/2023).
Kedatangan rombongan disambut Ketua Petani Milenial Mimika, Marthinus Dogoma, dan Sekretaris, Ote Hagabal, serta jajaran dan anggota, juga turut hadir para perwakilan kelompok tani lainnya.

Dalam pertemuan dan diskusi itu, Sahabat Petani, Alfrida Kaissi, mendorong kelompok Petani Milenial ekspansi, dengan menggarap lahan kosong menjadi lahan pertanian, sehingga hasil produksi pertanian di Kabupaten Mimika bisa berlimpah.
“Saya selalu terpanggil ke daerah-daerah untuk memberi semangat para petani. Jangan sampai tanah yang kosong dibiarkan, padahal sebenar itu bisa menghasilkan, bahkan bisa dapat milyaran kalau kita fokus,” ujarnya menyemangati para petani yang hadir di SP7, Kampung Mulia Kencana, Distrik Iwaka, Senin (13/03/2023).

Wanita yang akrab disapa Ida itu optimis terhadap masa depan yang menjanjikan di bidang pertanian. Profesi tani bila digeluti dengan serius dapat menyejahterakan petani dan keluarga.
“Kalau di luar negeri itu petani kaya-kaya semua. Jangan pikir bahwa hanya pengusaha atau pejabat yang bisa kaya. Tidak. Petani juga bisa jaya kalau fokus dan ditekuni,”
Ida semakin terdorong untuk terjun langsung berjumpa dengan para petani di lahan garapannya, agar dapat mengetahui kendala para petani dan bisa meneruskannya ke Kementerian Pertanian RI agar dicarikan solusi di bawah kepemimpinan Menteri Syahrul Yasin Limpo.
“Hari ini, saya dapat melihat situasi dan bertatap muka langsung dengan petani. Silahkan menyampaikan bagaimana situasi atau pertanian peternakan yang ada di Timika, ini jadi bahan yang akan saya bawa ke Pak Menteri,” ujarnya.
Menurutnya, peluang perkembangan sektor pertanian ke depan sangat menjanjikan di Mimika, apalagi kebutuhan pangan dari karyawan PT. Freeport Indonesia yang jumlahnya puluhan ribu orang.
“Jangan biarkan itu orang luar yang membawa sayurnya ke sini, ternaknya, untuk dibawa ke Freeport sana. Bagaimana caranya masyarakat Timika sendiri yang mensuplai bahan makanan ke Freeport dengan karyawan yang ribuan jumlahnya. Ini bagaimana kita harus bekerja keras, agar di Mimika sendiri yang suplai ke Freeport,” sebutnya.

Ida Kaissi juga mengajak para petani milenial untuk menjadi agen penggerak pertanian di Mimika, sehingga hasil yang signifikan bisa terasa. “Saya yakin kalau Petani Milenial memberi semangat kepada yang lain, dan juga support dari dinas pertanian, pasti akan terasa manfaatnya,” imbuhnya.
Ia komitmen untuk mengupayakan bantuan dari pemerintah pusat di bidang pertanian bisa diturunkan maksimal bagi pengembangan pertanian di Mimika.
“Saya akan berjuang di Jakarta untuk mendapatkan bantuan karena ada 500 lebih kabupaten diurus sama negara dan kementerian, jadi kalau kita tidak kejar-kejaran kita akan ketinggalan. Tahun ini kita akan bagi bibit jagung untuk kapasitas 500 hektar kita tunggu dari Jakarta, nanti dikasih alatnya,” kandasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Mimika, Alice Wanma, mengatakan Petani Milenial Kabupaten Mimika dibentuk sesuai instruksi Presiden lewat Kementerian Pertanian RI.
Pemerintah mendorong berdirinya organisasi penaung para petani muda itu, agar bidang pertanian bisa berkembang lebih maksimal lewat tangan kreatif para petani usia di bawah 45 tahun itu.
“Kenapa sekarang kita bentuk petani milenial, itu memang sudah instruksi dari Presiden lewat Kementerian Pertanian. Petani milenial sudah harus dibentuk di seluruh provinsi kabupaten. Dari data yang ada, jumlah petani milenial sudah rendah sekali, hanya 21 persen di seluruh Indonesia yaitu petani yang di bawah usia 45 tahun. Sementara 79 persen usia di atas 45 tahun,” sebutnya.

Kadis Wanma mendorong kelompok-kelompok tani tanpa membeda-bedakan latar belakang, untuk bergerak maju bersama. “Orang Papua maupun non-Papua harus jadi satu, supaya bisa berbagi ilmu, belajar, kerja sama, tidak boleh malu-malu. Belajar saling menghargai dan menghormati. Tujuannya adalah untuk menyejahterakan semua yang ada di dalam kelompok tani,” ungkapnya.
Ke depan, dinas yang dipimpinnya berencana menggelar program peningkatan SDM petani, sehingga bisa termotivasi untuk selalu semangat dan berkembang menjalankan usaha tani.
“Bertani itu kita harus pakai hati. Tanaman kita jaga seperti anak kita sendiri, hasilnya pasti akan bagus. Kalau kita kerja dengan hati, pasti Tuhan kasih berkat. Kuncinya itu saja,” ujarnya.
Sementara Wakil Ketua Komisi B DPRD Mimika, Rizal Patadan, mengungkapkan apresiasinya atas pertemuan itu. “Luar biasa! Saya juga ini anak petani. Kalau ketemu dengan petani, saya senang sekali. Kalau Dinas Pertanian dan DPRD sudah sama-sama di lapangan melihat secara langsung, tidak perlu kita bertanya lagi. Nanti saat proses penganggarannya, kita bisa bantu Ibu Kadis. Tapi itu kembali ke petani itu sendiri, apakah betul-betul mau mengerjakan apa yang menjadi program pemerintah,” katanya.

Legislator asal Partai Golkar itu mendorong dinas terkait untuk berkordinasi dengan Komisi B, sehingga program bidang pertanian bisa mulus diakomodir APBD Pemkab Mimika, demi kepentingan rakyat petani di akar rumput.
“Sampaikan ke kita kalau ada program yang bersentuhan dengan petani. Sebelum dimasukkan ke Bappeda, bawa dulu ke DPRD supaya ini jadi referensi kita. Jangan nanti saat kita mau pembahasan APBD, sebagian sudah dihilangkan,” bebernya.
Rizal berkomitmen untuk mendukung penuh program pertanian perkebunan dan perikanan di Kabupaten Mimika. “Kita harus pikirkan supaya swasembada pangan kita bisa capai, dalam lima, enam tahun ke depan. Karena Timika ini berkembang terus. Mudah-mudahan ada kesadaran kita, ada kelompok tani yang selalu didampingi pemerintah. Kami dari DPRD selalu siap. Di Banggar (Badan Anggaran) DPRD saya selalu teriak itu ke TPAD, untuk utamakan petani, nelayan, peternak,” tandasnya.

Acara diakhiri dengan foto bersama seluruh yang hadir dalam pertemuan itu.






