Plt. Bupati Mimika Johannes Rettob Pimpin Apel Perdana, Singgung Kepala Dinas Nonton Bola ke Luar Negeri, Pokja Jadi Raja Minyak sampai Honorer Nonjobkan Pejabat Eselon II


Timika, KontenMimika.com – Pasca ditugaskan Mendagri sebagai Plt. Bupati Mimika, Johannes Rettob (JR) memimpin apel gabungan di lapangan Kantor Bupati SP3, pada Senin 3 Juni 2024.

Dalam apel, Bupati JR menekankan agar pegawai pemerintah senantiasa semangat melayani kepentingan masyarakat ketimbang kepentingan pribadi.

“Kalau hanya semangat melayani keuntungan pribadi, keluar dari barisan!” tegasnya.

“Kita sebagai pegawai negeri sipil, kita ini adalah pelayan masyarakat, kita harus memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menyesalkan bila pegawai pemerintah sulit dijumpai padahal ada kepentingan masyarakat yang perlu dilayani. JR mengingatkan agar OPD terus melayani kebutuhan masyarakat, dalam kepemerintahan Om-Tob (Omaleng-Rettob) yang 3 bulan lagi selesai pada September 2024.

“Saya dengar, ada kepala dinas dicari masyarakat, lebih susah dari (cari) Tuhan Allah, betulkah itu? Ini semua rasa bos-bos. Mari kita kembali kerja dengan baik. Masa jabatan Omtob (Omaleng-Rettob) sampai tanggal 6 September, kita punya waktu 3 bulan,” ajaknya.

Di apel itu, Plt. Bupati JR memerintahkan beberapa pekerjaan yaitu menyiapkan laporan pertanggungjawaban akhir masa kepemimpinan 5 tahun sebagai Kepala Daerah Terpilih 2019-2024.

“Perintah pertama, semua pimpinan semua OPD, melakukan evaluasi selama 4-5 tahun ini, laporkan apa yang sudah dikerjakan dan apa yang belum, sesuai RPJMD. Dua minggu waktunya. Ini perintah!,” tegasnya.

“Saya dengan Pak Bupati, Pak Omaleng, kami dua harus melaporkan pertanggungjawaban apa yang sudah kita lakukan terhadap pembangunan daerah ini,”

“Kita disindir luar biasa oleh pemerintah pusat, oleh pemerintah provinsi, tapi kita merasa kita itu sudah benar. Yang kita lakukan itu sudah hebat karena sudah buat sesuatu untuk daerah ini,”


Barisan para kepala OPD di lingkup Pemkab Mimika ikut dalam apel gabungan, Senin 3 Juni 2024, di lapangan sentra pemerintahan SP3.

JR juga meminta evaluasi pencapaian pembangunan di setiap distrik, yang seharusnya menjadi konsen program Pemkab Mimika.

“Kita harus petakan per distrik, berapa IPM kita, berapa angka kematian, bagaimana tingkat ekonomi dan kemiskinan di setiap distrik,”

“Kita bicara tentang indeks prestasi manusia. Kalau kita kabupaten bicaranya tentang distrik, pemerintah provinsi yang bicara tentang kabupaten,” sebutnya.

Sorotan Pokja Pengadaan Barang dan Jasa Seperti Raja Minyak

Pokja pengadaan barang dan jasa program Pemkab Mimika juga tak lepas dari sorotan JR, lantaran dinilai melangkahi wewenang. Ia menginstruksi kepala bagian pengadaan barang dan jasa untuk kembali mengatur personil kelompok kerja (pokja).

“Pak Bambang, kumpulkan semua pokja ikut rapat. Pokja sudah jadi raja-raja minyak, raja-raja kecil, tidak menghargai pimpinan OPD, tidak menghargai kepala bagian tapi lebih menghargai kontraktor yang kasih uang lebih besar,” sembur JR disambut riuh sorak peserta apel.

Honorer Nonjobkan ASN Pangkat Tinggi, Sindir Kepala OPD ke Luar Negeri Nonton Sepakbola

JR menantang komitmen pegawai Pemkab Mimika untuk mau bekerja bersama untuk melayani kepentingan publik.

“Saya berharap semua harus komitmen dan konsisten. Yang tidak mau bekerja bersama saya kurang lebih 3 bulan terakhir ini, buat surat pengunduran diri. Ajukan, kita proses,” lugasnya.

“Bagi pegawai non staf yang pernah bekerja di keuangan dan yang bertugas cukup lama di keuangan, kembali ke keuangan untuk melaksanakan tugas. Mulai hari ini. Bila kepala BPKAD menolak, kasih tahu saya. Atau ada teman-teman lain yang muka sinis, kasih tahu saya,” disambut lagi sorak-sorai peserta apel.


Plt. Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengecek kesiapan barisan di apel gabungan Senin 3 Juni 2024 di lapangan Kantor Bupati, SP3.

“Begitupun semua pegawai Bappeda yang staf yang dipindahkan tanpa jabatan di luar, kembali bertugas di tempat sebelumnya,”

Ia juga menyentil tentang penggajian yang belum keluar SK pindahnya tapi gaji sudah dipindahkan oleh Bagian Keuangan.

“Mimika ini luar biasa. SK belum keluar, tapi gaji sudah dipindahkan,” ujarnya.

“Sedangkan untuk para pejabat lain yang dinonjobkan menunggu surat dari Kemendagri. Ada pangkat 4 A, pangkat 4 C tapi dinonjobkan oleh honorer. Kamu sudah tahu itu?” riuh lagi suasana apel.

“Ada kepala dinas jalan-jalan ke luar negeri nonton bola. Di saat orang lagi mau tagih pencairan dana, orang lagi sibuk PPTK,” sebut JR dan lapangan kantor bupati langsung heboh.

JR Perintahkan Audit Keuangan Menyeluruh

Plt. Bupati JR juga memerintahkan untuk dilakukan audit keuangan menyeluruh, dimulai dari Bagian Keuangan Setda Mimika.

“Mulai hari ni periksa keuangan, nanti saya kasih tahu di dinas-dinas mana. Terutama di bagian keuangan, di sekretariat daerah, periksa! Kita harus tutup buku dengan baik,”

Selain itu, ia juga akan mendorong Aparat Pemeriksa Intern Pemerintah (APIP) turut diperiksa agar membuktikan profesionalitas pekerjaan.

“Sesudah itu kita akan lakukan audit ivestasi khusus untuk pemeriksa,” tegasnya.

“Jangan buat tanggal mundur, jangan abunawas pertanggungjawabannya.”

“Inspektorat juga kadang-kadang takut, tidak ada takut-takut lagi, sekarang kerjakan.”

Ia mengingatkan agar seluruh OPD Pemkab Mimika mengelola dana fantastis APBD Pemkab Mimika yang mencapai RP.7,5 triliun.

“Kita kerja yang baik ya. Ini uang besar, tujuh setengah trilun.  Ada OPD yang mengelola dana sama persis dengan satu kabupaten. Kasihan di Kabupaten Paniai hanya 1,1 trilun. Tapi kita di OPD sini ada yang mengelola lebih besar,” sebut JR.

Terakhir, masalah penanganan sampah yang dinilainya belum maksimal, perlu dibereskan pemerintah melalui OPD terkait.

“Sampah-sampah berantakan di jalan. Secara khusus itu juga kita evaluasi.”

“Saya dulu sampai datang ke Banyumas, untuk meminta pendampingan. Banyumas ini adalah daerah pengolah sampah terbaik di Asia Tenggara. Dan bupatinya kebetulan teman saya, dia betul-betul memberikan dukungan penuh,” sebut JR.

“Tapi tim anggaran bilang, ‘itu pemborosan’. Pemborosan itu yang pergi ke luar negeri, itu yang pemborosan!” selorohnya.

“Mindset dirubah, yang penting itu untuk demi kebaikan masyarakat, kita harus berjuang berapapun biayanya. Itu yang penting!,” sebut JR.

Sukseskan Pilkada dan MTQ se-Tanah Papua

Plt. Bupati Mimika, Johannes Rettob juga meminta para pegawai pemerintah untuk dapat menyukseskan persiapan menghadapi Pilkada Serentak di 27 November depan, serta gelaran MTQ se-Tanah Papua yang digelar di Mimika pada 20-30 Juni depan.

“Yang berikut, kita akan masuk dalam iven pilkada. Kita harus memberikan dukungan untuk pelaksanaannya berjalan dengan baik. Kita lihat nanti siapa yang menjadi calon, untuk dapat memilih dan memperbaiki kabupaten ini dengan baik, kita harus buat Mimika ini jadi lebih baik,” tuturnya.

“Kita jadi tuan rumah untuk MTQ se-Papua, MTQ yang ke-30. Sebagai tuan rumah kita harus betul-betul menunjukkan sikap kita sebagai tuan rumah yang baik. Kita harus tunjukkan kesuksesan kita dalam pelaksanaannya,”

“Siap jadi tuan rumah yang baik?!,” dijawab “Siap!”

Nasib PPPK Turut Disoroti Jadi Perjuangan JR

Plt. Bupati Mimika JR juga menyoroti ratusan tenaga P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) yang hingga kini belum keluar SK-nya.

“SK belum keluar, kita perjuangkan sama-sama,” janjinya.

Ia mendorong pegawai pemerintah rajin berkantor dengan mematuhi jam kerja sehingga pelayanan pemerintah berjalan maksimal bagi kepentingan masyarakat Mimika.

“Buat kantor ramai lagi, jangan buat kantor kaya kuburan. Mari kita jadi pegawai-pegawai yang siap melayani masyarakat dan memperjuangkan hak-hak masyarakat untuk pembangunan di daerah ini, kita bangun masyarakat untuk masyarakat itu sendiri,” tandasnya. (Admin)

Berita Terkait

Top