Bawaslu Mimika Sasar Tiga Kampung Kwamki Narama Menjadi Role Model Sosialisasi Anti Politik Uang, Black Campaign dan One Man One Vote
Timika, KontenMimika.com – Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah akan menyasar 3 kampung di Distrik Kwamki Narama, terkait kegiatan sosialisasi Anti Politik Uang, Black Campaign, dan Anti Sistem Noken atau sistem One Man One Vote.
Koordinator Divisi Pencegahan, Humas dan Parmas Bawaslu Mimika Salahudin Renyaan, mengatakan sosialisasi akan digelar di Kampung Damai, Kampung Tunas Matoa dan Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama.
Ia menjelaskan, sosialisasi dilaksanakan di tiga kampung itu sebab pada Pemilu 2024 kemarin sempat ada rekomendasi dari Panwas Distrik untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU) akibat pencoblosan dilakukan oleh satu orang.
“Karena kurang sosialisasi dari penyelenggara berkaitan dengan pencoblosan dan sistem pencoblosan, kemudian ada informasi hoax juga di situ. Jadi mereka (masyarakat) itu seperti takut dan terintimidasi sehingga yang coblos di situ satu orang yaitu KPPS saja. Itulah dikeluarkan rekomendasi untuk PSU, tapi KPU tidak tindaklanjuti dengan alasan batas waktu,” ujarnya.
Bawaslu Mimika berupaya agar kejadian serupa tidak lagi terulang di Pilkada Serentak 27 November 2024 depan, sehingga dipandang penting melakukan sosialisasi terkait dengan tiga poin tersebut.
“Pada prinsipnya Bawaslu menunggu hasil koordinasi dari pandis (Kwamki Narama). Setelah dikoordinasikan dengan tiga kampung tersebut, mereka siap di tanggal sekian dengan jumlah orang-orangnya sekian, tokoh-tokoh sentral, misalnya ada tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan di situ. Semua orang-orang yang berpengaruh di situ yang kami fokuskan. Karena dari situ nanti mereka bisa informasikan terkait dengan tiga program ini kepada masyarakat lainnya,” jelasnya.
Sistem sosialisasi yang dilaksanakan bertemu secara langsung dan duduk bersama sekalian berdiskusi terkait Proses Pilkada nanti.
“Kita diskusi, makan pinang sama-sama terus melihat mereka dengan kearifan lokal disitu. Kita harap mereka bisa terbuka untuk menyampaikan,” jelasnya.
Sosialisasi ini rencananya dilaksanakan sebelum tanggal 17 Agustus sehingga Kwamki Narama menjadi role model sistem pencegahan Bawaslu saat perayaan HUT RI di 17 Agustus.
“Yang mana dulu terjadi permasalahan, tapi kita sudah mencegah dengan upaya-upaya kita,” ungkapnya.
Bawaslu Mimika akan sosialisasi mulai minggu depan hingga berakhir tanggal 16 Agustus 2024.
“Kita juga bawa bendera merah putih di situ, supaya memang di HUT RI 17 Agustus ini kita memang ada program yang menyentuh ke masyarakat di Hari Kemerdekaan. Saya kira itu model role-nya di Distrik Kwamki Narama, kalau di Distrik lain nanti kita menyesuaikan,” tandasnya.






