Ironi Ketua TP-PKK Pusat Tri Tito Karnavian: Elon Musk Pikirkan Bangun Tempat Tinggal di Luar Angkasa Sementara di Mimika Masih Ada Rumah Warga Tidak Punya Toilet


Timika, KontenMimika.com – Ketua Umum (Ketum) Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tri Tito Karnavian berpesan kepada Kader PKK Kabupaten Mimika untuk membuat program yang betul-betul menyentuh keperluan masyarakat, yaitu program yang nyata menolong masyarakat kecil, misanya pembangunan toilet bagi warga yang rumahnya belum ada toilet.

“Misalnya mendata rumah warga yang belum punya toilet, didorong untuk dianggarkan agar semua masyarakat bisa punya toilet,” ujarnya saat mengunjungi Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah dalam rangka Hari Anak Nasional, Jumat, 26 Juli 2024.

Menurutnya sangat ironis di Mimika masih ada warga yang rumahnya belum mempunyai toilet sementara di luar negeri sudah ada pemikiran membangun tempat tinggal di planet Mars.

“Elon Musk, orang terkaya di dunia memikirkan bagaimana kita tinggal di luar angkasa, kita di sini toilet saja masih ada yang belum punya, ini ironis sekali,” ucapnya.

Ia mengatakan PKK juga harus membuat program yang berkaitan dengan pemenuhan gizi anak-anak, kesehatan, kecerdasan agar generasi Mimika ke depan tidak hanya jadi penonton.


(Ketua TP-PKK Pusat, Tri Tito Karnavian didampingi Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk, dan Ketua TP-PKK Kabupaten Mimika, Suzy Rettob, dalam peringatan Hari Anak Nasional di Distrik Kwamki Narama, Mimika, Jumat 26 Juli 2024)

“Nanti Tahun 2045 Indonesia Emas, anak-anak kita ini yang menjadi penerus bangsa. Kalau kita tidak siapkan mereka dari sekarang soal gizi, kesehatannya, kepintarannya, sumber daya manusianya, nanti mereka akan jadi penonton,” ujarnya.

 

Jika anak-anak ini dewasa nanti hanya jadi penonton, bisa saja mereka menyalahkan orang lain yang lebih maju, padahal orang yang lebih maju karena bisa lebih melihat pelungan dan mempersiapkan dirinya dengan baik.

“ Kita pikirkan anak-anak ini nasibnya 10 tahun 15 tahun ke depan karena mereka penerus bangsa ini, Kalau tidak disipakan dari sekarang jangan salahkan kalau nanti mereka tidak bisa berdiri di atas panggung,” kata Tri.

Dikatakan, mungkin karena budaya patriaki yang terlau kuat sehinggaa mama-mama di Mimika menurut saja kepada suami, tapi sebetulnya di tangan ibu-ini ini pendidikan pertama bagi anak-anak dan pemberian makanan bergizi. Namun jika tidak ada fasilitas yang memadai ibu-ibu juga kesulitan melakuakan perannya dengan baik.

Untuk itu Tri berharap Kader PKK bisa memberdayaka semua sumber daya yang ada dia kampung-kampung.

“Kader PKK di sini tolong programnya itu betul-betul menyentuh masyaraka, tidak usah yang muluk muluk, tidak usah yang bikin sesuatu yang tidak bisa dikerjakan, yang pasti adalah pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan ini . Ada dasa wisma yang sebetunya bisa mengawasi tiap 10 rumah. Semua rumah itu memerlukan hal yang sama seperti kebersihan, toilet, gizi yang cukup. Itu saja sebetulnya dasar dari kehiduan manusia,” ucapnya.

Menurutnya jika dasar dari kehidupan manusia ini didahulukan maka tidak ditemukan lagi anak-anak yang tidak bisa membaca, tidak sekolah. “Anak tidak minta dilahirkan, jadi tugas orang tua, tugas kita semua memenuhi hak dasar mereka untuk tumbuh menjadi generasi yag sehat, cerdas dan siap bersaing,” ucapnya. (Admin)

Berita Terkait

Top