Pemkab Mimika Bidik Pembangunan Tepat Sasaran Lewat Riset dan Inovasi, Peta Jalan IPTEK Jadi Acuan Program dan Anggaran Daerah


KONTENMIMIKA.com, Timika — Pemerintah Kabupaten Mimika mendorong agar riset dan inovasi tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi menjadi dasar kebijakan dan program pembangunan yang tepat sasaran serta berdampak nyata bagi masyarakat.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Santi Sondang, menegaskan pesan Bupati Mimika Johannes Rettob tentang pentingnya menjadikan hasil penelitian sebagai acuan dalam menentukan prioritas pembangunan, penggunaan anggaran, dan penyelesaian persoalan daerah.

Hal itu disampaikan Santi saat membuka Seminar Akhir Penyusunan Rencana Induk dan Peta Jalan Pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Kabupaten Mimika, di lantai III Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Mimika, Kamis 15 Oktober 2026.

Dalam sambutan Bupati JR, Santi mengapresiasi Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan dokumen tersebut.

Menurutnya, riset yang berkualitas diperlukan agar kebijakan pemerintah tidak hanya didasarkan pada asumsi, tetapi bertumpu pada data akurat, kajian ilmiah, dan kebutuhan riil masyarakat.

Ia menekankan, setiap program pembangunan harus memiliki arah, target, dan ukuran keberhasilan yang jelas. Penggunaan anggaran daerah juga harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Mimika memiliki potensi sumber daya alam, keragaman budaya, dan peluang ekonomi yang besar. Namun, perbedaan karakteristik wilayah perkotaan, pesisir, dan pegunungan membutuhkan pendekatan pembangunan yang sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat setempat.

Karena itu, menurut Santi, Rencana Induk dan Peta Jalan Pemajuan IPTEK harus menjadi pedoman dalam menentukan prioritas riset, target pembangunan, tahapan pelaksanaan, pembagian tanggung jawab, kebutuhan sumber daya, serta indikator keberhasilan.

“Dengan demikian, kita dapat mengetahui persoalan apa yang harus didahulukan, riset apa yang dibutuhkan, inovasi apa yang layak diterapkan, siapa yang bertanggung jawab, serta bagaimana hasilnya diukur,” ujarnya.

Empat Prioritas Penguatan Riset

Santi menekankan sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam penyempurnaan dokumen tersebut.

Pertama, riset harus berfokus pada persoalan strategis daerah, mulai dari peningkatan pelayanan dasar, penguatan ekonomi lokal, pengembangan komoditas unggulan, pengelolaan lingkungan, hingga perbaikan tata kelola pemerintahan.

Kedua, peta jalan harus realistis dan dapat dilaksanakan. Dokumen tersebut perlu memuat target, indikator keberhasilan, perangkat daerah penanggung jawab, mitra pelaksana, serta kebutuhan pendanaan indikatif.

Ketiga, hasil riset harus terintegrasi dengan perencanaan dan penganggaran daerah. BRIDA diharapkan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait agar rekomendasi yang layak dapat diterjemahkan menjadi program sesuai prioritas pembangunan.

Keempat, kemitraan dengan BRIN, perguruan tinggi, dunia usaha, yayasan, lembaga adat, dan masyarakat perlu diperkuat melalui pembagian peran yang jelas. Kolaborasi ini diharapkan mendukung pengembangan sumber daya manusia, pendampingan, dan penerapan hasil penelitian.

Perhatikan Masyarakat Adat dan Pengetahuan Lokal

Santi juga menegaskan bahwa pemajuan IPTEK harus selaras dengan arah pembangunan daerah, termasuk pemberdayaan Orang Asli Papua (OAP), penghormatan terhadap masyarakat adat, serta pelestarian pengetahuan lokal.

Ia berharap seminar akhir tersebut menjadi ruang untuk menguji kualitas analisis dan kelayakan rekomendasi yang disusun. Tim penyusun juga diminta menyampaikan hasil kajian secara terbuka, termasuk keterbatasan data dan tantangan dalam pelaksanaannya.

Melalui dokumen tersebut, Pemkab Mimika berharap riset dan inovasi dapat menjadi landasan pengambilan keputusan yang lebih terukur, memperkuat efektivitas program pembangunan, serta mendorong pemanfaatan potensi daerah secara berkelanjutan.

Pada akhirnya, keberhasilan peta jalan ini akan ditentukan oleh sejauh mana hasil riset diterapkan dalam kebijakan dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Mimika. (Ai)

Berita Terkait

Top