Pemkab Mimika Dorong Sekolah Terapkan Program Adiwiyata


TIMIKA, KOMPAS.com — Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mendorong seluruh sekolah, mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA, menerapkan budaya peduli lingkungan melalui Program Adiwiyata.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH) DLH Kabupaten Mimika, Devota M. Leisubun, seusai sosialisasi Program Adiwiyata di Hotel Horison Diana, Timika, Papua Tengah, baru-baru ini.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 sekolah.

Menurut Devota, sosialisasi dilakukan untuk memperluas pemahaman sekolah mengenai pentingnya membangun budaya peduli lingkungan di lingkungan pendidikan.

Ia menjelaskan, Program Adiwiyata tidak hanya berkaitan dengan kebersihan sekolah. Program tersebut juga mencakup pengelolaan sampah, kebersihan dan sanitasi, penghijauan, inovasi pemanfaatan kembali sampah, serta konservasi energi dan air.

“Tujuan kegiatan ini adalah menyampaikan bahwa semua sekolah wajib berwawasan lingkungan. Ke depan, kami mengusahakan semua sekolah mengetahui dan menerapkan Program Adiwiyata,” ujar Devota.

Enam sekolah masuk penilaian nasional

Devota mengatakan, pembentukan budaya peduli lingkungan sejak bangku sekolah diharapkan tidak berhenti di lingkungan pendidikan.

Para siswa diharapkan dapat menerapkan kebiasaan tersebut di rumah sekaligus menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam mengedukasi keluarga dan masyarakat sekitar.

Edukasi itu antara lain mengenai pentingnya menjaga kebersihan, mengelola sampah, serta menghemat penggunaan air dan energi.

Tahun ini, kata Devota, terdapat enam sekolah di Mimika yang telah memasuki tahapan penilaian tingkat nasional.

Keenam sekolah tersebut adalah SD Inpres Timika II, SMP Negeri 5, SD Shining Star, SD Kalam Kudus, SMP Negeri 11, dan SMP Negeri 7.

Pemkab Mimika kini memberikan pendampingan kepada sekolah-sekolah tersebut untuk menghadapi penilaian fisik oleh tim kementerian yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.

Tahapan berikutnya akan dilanjutkan dengan penilaian tingkat nasional pada November 2026.

Pemkab siapkan sarana lingkungan

Selain pendampingan, Pemkab Mimika memberikan dukungan berupa sarana dan prasarana untuk menunjang penerapan budaya peduli lingkungan di sekolah.

Fasilitas tersebut antara lain tempat sampah terpilah, sarana 3R, kios sampah, bank sampah, dan biopori.

“Pemerintah bermitra dengan sekolah. Ketika sekolah membutuhkan tempat sampah terpilah, kios sampah, bank sampah maupun biopori, kami melakukan intervensi dan memberikan pendampingan secara rutin,” jelas Devota.

Ia menegaskan, sosialisasi Program Adiwiyata tidak hanya diperuntukkan bagi sekolah yang mengikuti tahapan penilaian.

Pemkab Mimika menargetkan semakin banyak sekolah yang mampu menerapkan pola hidup bersih dan budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan.

Dengan demikian, Program Adiwiyata diharapkan tidak berhenti sebagai program lingkungan, tetapi berkembang menjadi kebiasaan seluruh warga sekolah, mulai dari guru, siswa, tenaga kependidikan hingga petugas sekolah.

“Kami berharap budaya peduli lingkungan ini benar-benar menjadi kebiasaan bersama di sekolah dan kemudian dibawa oleh para siswa ke lingkungan keluarga maupun masyarakat,” pungkas Devota. (trm)

Berita Terkait

Top