FORMIGG Mimika Gelar Festival Harmoni Kemerdekaan, Libatkan Ratusan Pelajar
KONTENMIMIKA.com, Timika – Forum Mubaligh, Imam, dan Guru Ngaji (FORMIGG) Kabupaten Mimika menggelar Festival Harmoni Kemerdekaan melalui lomba azan, cerdas cermat Al-Qur’an, dan pidato di Serayu Hotel, Jalan Yos Sudarso, Timika, Provinsi Papua Tengah, Sabtu (22/8/2026).
Festival yang mengusung tema “Merajut Harmoni, Menumbuhkan Semangat Kemerdekaan Melalui Syiar Islam” tersebut digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Lomba azan diikuti 85 peserta pelajar tingkat TK/TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an). Sementara lomba cerdas cermat Al-Qur’an dan wawasan kebangsaan diikuti 78 pelajar tingkat SMP/MTs (Madrasah Tsanawiyah). Adapun lomba pidato diikuti 13 pelajar tingkat SMA/SMK/MA (Madrasah Aliyah).

Festival dibuka Bupati Mimika Johannes Rettob yang diwakili Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika, Petrus Pali Amba.
Dalam sambutannya, Petrus menegaskan Pemerintah Kabupaten Mimika akan terus mendukung berbagai kegiatan yang dapat memperkuat pembangunan manusia, kehidupan keagamaan, pendidikan karakter, persatuan masyarakat, dan kerukunan antarumat beragama.
Pemerintah daerah, kata Petrus, ingin Mimika menjadi daerah yang bukan hanya maju dalam pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga unggul dalam kualitas sumber daya manusianya. Masyarakat diharapkan dapat hidup dalam suasana aman, damai, saling menghargai, dan bergandengan tangan membangun daerah.
Kemerdekaan yang dinikmati saat ini, menurutnya, merupakan hasil perjuangan yang dibangun di atas pengorbanan, persatuan, dan semangat kebersamaan seluruh anak bangsa. Menjaga dan merawat kemerdekaan dengan terus membangun kehidupan masyarakat yang aman, damai, rukun, dan harmonis merupakan tanggung jawab bersama.
“Harmoni merupakan kekuatan yang sangat penting. Perbedaan bukanlah alasan untuk saling menjauh, tetapi harus menjadi kekayaan yang mempererat persaudaraan dan memperkuat persatuan,” ucapnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk semakin memperkuat nilai-nilai toleransi, persaudaraan, kebersamaan, dan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Petrus juga mengapresiasi rangkaian perlombaan yang dilaksanakan dalam Festival Harmoni Kemerdekaan. Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki nilai strategis, khususnya dalam membentuk karakter generasi muda Kabupaten Mimika.
Anak-anak, tegas Petrus, tidak cukup hanya dibekali kecerdasan akademik, tetapi juga harus dibentuk menjadi generasi yang memiliki akhlak mulia, kecintaan kepada agama, rasa hormat kepada sesama, semangat kebangsaan, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Melalui lomba azan, kita mengajarkan keberanian dan kecintaan kepada syiar agama. Melalui cerdas cermat Al-Qur’an, kita mendorong generasi muda untuk lebih dekat, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Sementara melalui lomba pidato, kita melatih generasi muda untuk berani menyampaikan gagasan, membangun komunikasi yang baik, dan menyuarakan pesan-pesan perdamaian serta persatuan,” ungkapnya.
Ia berharap para peserta tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga menjadikan kegiatan tersebut sebagai proses belajar, menambah pengalaman, memperluas persaudaraan, dan membangun kepercayaan diri.
“Kepada seluruh peserta, saya berpesan, tunjukkan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas, hormati dewan juri, dan jadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk belajar serta menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Kepada para orang tua, guru, dan pembina, Petrus menyampaikan terima kasih atas peran dan dukungan yang terus diberikan kepada anak-anak.
“Masa depan Kabupaten Mimika dan masa depan bangsa ini sangat bergantung pada bagaimana kita membentuk generasi muda hari ini,” jelasnya. (nls)






