Pemkab Mimika Genjot Sekolah Rakyat di Mimika


Timika, KontenMimika.com – Pemerintah Kabupaten Mimika semakin menyeriusi berdirinya Sekolah Rakyat di Kabupaten Mimika.

Bupati Mimika Johannes Rettob kepada wartawan belum lama ini mengatakan, di tahap awal tahun ini Pemkab Mimika akan merekrut sebanyak 100 orang siswa untuk jenjang pendidikan, SMP dan SMA. Terbagi atas dua rombongan belajar.

Lokasi tempat Kegiatan Belajar Mengajar KBM sementara menggunakan bangunan bekas Wisma Atlet PON 20 di kawasan Jalan Charitas SP2-SP5, Kelurahan Timika Jaya, Distrik Mimika Baru.

“Targetnya terima 100 orang siswa. Untuk tahap awal ini baru SMP dan SMA. SMP satu kelas, SMA satu kelas. Satu Rombel (rombongan belajar) itu 50 orang. Guru-gurunya diatur oleh kementerian pendidikan dan dari kementerian sosial untuk pendidikan karakter. Kurikulumnya dari Kemendiknas,” ujarnya.

Bupati John Rettob menjelaskan program Sekolah Rakyat ini terbuka bagi semua kalangan, baik OAP maupun non OAP, terutama diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, bahkan miskin ekstrim.

“Terus (syaratnya) apakah dia OAP saja atau bukan? Semua boleh. Yang penting memiliki kriterianya dan dia warga Mimika,” terangnya.

“Sekarang yang kita lagi cari solusi, kalau anak putus sekolah di kelas empat SD, sedangkan usianya sekarang sudah SMP dan kita mau kasih masuk SMP. Bagaimana kerja samanya dengan Kemendiknas untuk mendapat ijazah persamaan,” imbuh Bupati JR.

Ke depan, bangunan Sekolah Rakyat Mimika akan dipusatkan di Kampung Iwaka, Distrik Iwaka.

Lokasi rencana sebelumnya di belakang Mimika Sport Centre MCC tidak jadi digunakan karena tanah tersebut sudah banyak dibangun tempat tinggal oleh warga.

“Mimika Sport Center MCC, sebenarnya maunya di situ, kita punya lahan 25 hektar. Tapi sampai di sana, kita lihat masyarakat sudah tinggal semua. Jadi kita cari aman saja. Kami sudah siapkan di Iwaka nanti,” bebernya.

Bupati Mimika John Rettob berkomitmen untuk mewujudnyatakan program Sekolah Rakyat di Mimika.

Sekolah rakyat merupakan program pendidikan gratis berasrama yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Tujuannya memutus rantai kemiskinan dan mendorong mobilitas sosial dengan pendidikan berkualitas, fasilitas lengkap, serta penguatan karakter. (Admin)

Berita Terkait

Top