SPIP Mimika Level 2.8 Target Naik ke Level 3, Wabup: SPIP Adalah Budaya Kerja


Timika, KontenMimika.com – Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) adalah tanggung jawab seluruh OPD, dari pimpinan tertinggi hingga seluruh jajaran pelaksana, bukan hanya tugas inspektorat semata.

Demikian pesan Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, yang berharap kegiatan yang digelar Inspektorat Mimika dapat menjadi momentum bagi seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika untuk semakin menyadari bahwa SPIP adalah bagian dari budaya kerja, yang perlu terus digalakkan.

“Ini adalah budaya kerja yang harus kita bangun dan hidupkan setiap hari,” ujarnya Selasa 14 Oktober 2025, saat membuka kegiatan yang digelar oleh Inspektorat Mimika.

 

Emanuel pun mengajak seluruh pimpinan OPD agar tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga terlibat aktif dalam setiap tahapan pendampingan SPIP.

Melibatkan tim, membuka ruang diskusi, siapkan data, dan pastikan setiap rekomendasi tindak lanjut hasil penilaian dapat diimplementasikan dengan baik.

“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai ruang untuk saling belajar dan memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah. pengendalian intern tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan manajemen risiko, kualitas laporan keuangan, pengamanan aset daerah, pelayanan publik, serta kepatuhan terhadap regulasi oleh antar perangkat. Sinergi menjadi kunci keberhasilan, ” sebutnya.

Sementara itu, Plt Kepala Inspektorat Mimika Septinus Timang menyampaikan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah ini sebelum sudah pernah dilakukan. Namun sebagian OPD belum melaksanakannya dengan serius.

“Sehingga kami (Inspektorat) merasa perlu menghadirkan kembali BPKP Provinsi Papua Tengah untuk melakukan pendampingan tugas-tugas seperti pengawasan, pengendalian secara berkala kepada Kasubag program dan perencanaan,” katanya.

Septinus Timang menjelaskan, saat ini SPIP Mimika berada di level 2,8. Pemkab Mimika menargetkan level ini naik ke level 3.

Untuk mencapai level yang ditargetkan menjadi level 3, ada beberapa indikator kinerja yang harus dievaluasi. Salah satunya yaitu Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sakip) yang memiliki potensi ke predikat B atau baik.

“Kita sangat bisa mencapai target itu. Cuma selama ini kita belum duduk bersama. Dan dengan komitmen di dua hari ini, saya pikir mungkin tinggal di-push oleh masing-masing pimpinan OPD. Karena memang ini memang penting. Karena kalau tidak di-push, kita bisa kembali lagi ke angka nol,” ungkapnya.

Septinus menekankan kegiatan pendampingan hari ini akan menjadi tolak ukur untuk meng-cover, agar semua kegiatan terdokumentasikan dengan baik termasuk dengan meng-upload ke dalam sistem.

“Nah, ini memang menjadi soal. Memang harus didiskusikan sekarang, dan harus clear dalam dua hari ini,” ucapnya.

Selain melakukan pendampingan selama dua hari, BPKP juga akan membuat grup WhatsApp dengan tujuan untuk tetap dapat berkomunikasi, membangun koordinasi memberikan pembimbingan.

Ia berharap setiap OPD dapat mengikuti kegiatan pendampingan ini dengan baik. “Sehingga untuk ke depannya tata kelola pemerintahan dapat dijalankan dengan baik melalui SPIP,” tandasnya. (Admin)

Berita Terkait

Top