TK Potowaiburu Harap Bantuan Kendaraan, Penambahan Tenaga Guru dan BOPDA


Potowaiburu, KontenMimika.com – Kepala TK Negeri Potowayburu, Distrik Mimika Barat Jauh Yusuf Pino, bersiap untuk menyambut hangat kedatangan Bunda PAUD sekaligus Ketua TP PKK Mimika Ny. Suzy Herawaty Rettob dan Wakil Ny. Periana Kula Kemong yang turut serta dalam kunjungan kerja Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong.

Dijadwalkan kedatangan 01 dan 02 Mimika ke wilayah paling luar bagian barat Mimika itu pada besok 1 November 2025.

“Terima kasih kepada Bunda PAUD serta Ibu Wakil dan juga Bupati dan Wakil Bupati mau datang melihat kami secara langsung di TK Potowaiburu,” ujarnya Jumat 31 Oktober.

Yusuf mengungkapkan harapan agar segala kekurangan di sekolah itu dapat menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Mimika.

Seperti di antaranya, kekurangan tenaga pengajar, dan membutuhkan bantuan pengadaan kendaraan bagi operasional sekolah setempat serta alokasi dana Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA).

Hal ini dikatakannya lantaran letak sekolah TK yang berlokasi jauh dari pelabuhan setempat. Saat loading barang dari Timika, pihaknya kesusahan mengantar barang-barang ke sekolah.

“Sekolah di Potowaiburu letaknya sangat jauh dari pelabuhan. Kami berharap ada bantuan kendaraan roda tiga atau roda empat,” ungkapnya.

Barang-barang keperluan sekolah dan para tenaga pengajar baik di TK dan SD Potowaiburu memerlukan alat transportasi yang memadai, tidak hanya dengan SDM panggul barang saja.

“Saat kami datang dari pelabuhan, ada barang kami banyak, tidak ada kendaraan sehingga kami kesusahan membawanya,” sebutnya.

Selain itu juga dibutuhkan moda transportasi laut perahu, karena ada anak sekolah yang harus melintasi sungai untuk bisa datang ke sekolah.

Di samping itu sekolah TK juga belum mempunyai dana untuk makanan tambahan sehingga selama awal mulai ini pihak TK berbagi bahan makanan atau numpang dengan SD Potowaiburu.

“Pemberian makanan tambahan kami belum ada, tapi puji Tuhan dari SD bisa berbagi dengan kami. Memberikan makanan tambahan 2-3 kali seminggu, seperti bubur kacang hijau. Kalau nasi hanya sekali-kali saja kami masak,” ungkap Yusuf yang selama 8 tahun mengajar di SD Potowaiburu, dan pada semester 2 tahun 2025 ini diangkat menjadi kepala TK setempat.

Pembelajaran di sekolah TK dan SD mengikuti kearifan lokal, tidak hanya berfokus di dalam ruang kelas saja. Hal ini dinilai efisien dan tepat sasaran, yaitu sambil menemani aktifitas orang tua bernelayan.

“Metode pembelajaran di TK Negeri Potowaiburu tidak fokus di dalam ruangan, tapi menyesuaikan sambil bekerja dan bermain dengan orang tua,” tandasnya. (Admin)

Berita Terkait

Top