Tongkat Estafet RSUD Mimika Berpindah dari Anton ke Lenny
Direktur baru diminta lanjutkan capaian, benahi layanan dan SDM
TIMIKA – Serah terima jabatan Direktur RSUD Mimika berlangsung di aula rumah sakit itu, Selasa, 6 April 2026. dr. Antonius Pasulu menyerahkan jabatan kepada dr. Faustina Helena Burdam. Acara disaksikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Ananias Faot, serta jajaran manajemen dan tenaga medis.
Mewakili Bupati Mimika Johannes Rettob, Ananias mengatakan pergantian pejabat merupakan hal lazim dalam sistem kepegawaian untuk menjaga kesinambungan program. “Capaian pejabat lama harus dilanjutkan pejabat baru,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi kinerja Antonius selama memimpin rumah sakit.
Kepada direktur baru, Ananias mengingatkan pentingnya menjaga soliditas internal. Ia meminta tidak ada pengelompokan di lingkungan kerja dan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas.
Di kesempat yang sama, Faustina menyatakan akan melanjutkan program yang sudah berjalan sembari melakukan pembenahan. Menurut dia, tantangan RSUD Mimika ke depan antara lain penguatan sumber daya manusia, khususnya dokter spesialis, serta dukungan anggaran. “Mempertahankan itu sulit, tapi dengan keterbukaan dan kerja sama kita bisa lebih baik,” ujar wanita yang akrab dipanggil Dokter Lenny itu.
Ia juga menyoroti kebutuhan tenaga penunjang seperti petugas kebersihan dan keamanan demi kenyamanan pasien.
Sementara itu, Antonius mengenang masa kepemimpinannya sejak Januari 2020 yang diwarnai pandemi Covid-19. Ia menyebut RSUD Mimika tetap mampu menjalankan sejumlah agenda besar, termasuk dukungan terhadap PON 2021 dan Pesparawi.
Selama menjabat, rumah sakit meraih sejumlah capaian, di antaranya penghargaan pusat pelayanan kecelakaan kerja terbaik pada 2021 dan akreditasi paripurna pada 2023. Inovasi layanan juga diperkenalkan, seperti rekam medis elektronik dan sistem pendaftaran daring.
Dari sisi keuangan, pendapatan RSUD Mimika meningkat dari Rp27 miliar pada 2019 menjadi Rp122,3 miliar pada 2025. Fasilitas seperti ruang operasi dan ICU juga diperkuat, dengan total 804 tenaga kerja lintas bidang.
Antonius mengatakan siap mendukung manajemen baru bila dibutuhkan. “Saya terbuka untuk berdiskusi ke depan,” ujarnya. (trm)






