Dinkes Mimika Latih Petugas Pustu agar Layanan TBC Menjangkau Kampung Terpencil
TIMIKA, KONTENMIMIKA.com — Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mulai memperluas layanan tuberkulosis (TBC) hingga ke tingkat kampung dengan melatih tenaga kesehatan Puskesmas Pembantu (Pustu) agar mampu menangani pasien secara langsung di wilayah masing-masing.
Langkah itu dilakukan melalui Workshop TB DOTS gelombang pertama bagi tenaga kesehatan Pustu yang digelar di Grand Tembaga, Jalan Yos Soedarso, Selasa, 2 Juni 2026.
Pelatihan tersebut membekali petugas dengan kemampuan melakukan skrining, pemeriksaan, diagnosis, pemberian obat, pemantauan pasien, investigasi kontak erat, terapi pencegahan, hingga pencatatan dan pelaporan kasus.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Mimika, Kamaludin, mengatakan selama ini layanan TBC masih terkonsentrasi di rumah sakit dan puskesmas induk. Akibatnya, masyarakat di kampung-kampung terpencil harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pengobatan.
“Kami berharap setelah dilatih, teman-teman Pustu bisa melakukan skrining di kampung masing-masing, memulai pengobatan, sampai memantau kesembuhan pasien,” kata Kamaludin.
Menurut dia, optimalisasi peran Pustu diharapkan mengurangi hambatan jarak yang selama ini menjadi salah satu penyebab pasien putus obat sebelum menyelesaikan terapi.
Ia mencontohkan warga di Nawaripi yang sebelumnya harus mengambil obat ke Puskesmas Wania nantinya dapat memperoleh layanan di Pustu setempat, kecuali untuk kasus yang membutuhkan konsultasi dokter.
“Begitu pula masyarakat pesisir. Kalau hanya melanjutkan pengobatan, mereka cukup mengambil obat di Pustu,” ujarnya.
Data Dinas Kesehatan Mimika menunjukkan jumlah pasien TBC yang menjalani pengobatan sepanjang 2025 mencapai 2.407 orang. Namun angka kesembuhan pada 2024 baru mencapai 76 persen, masih di bawah target nasional sebesar 90 persen.
Sementara itu, hingga Mei 2026 tercatat sebanyak 982 pasien masih menjalani pengobatan TBC, termasuk pasien yang memulai terapi pada tahun sebelumnya dan masih dipantau hingga tuntas.
“Kami berharap setelah Pustu terlatih, selain menemukan kasus baru, mereka juga bisa meningkatkan capaian kesembuhan,” kata Kamaludin.
Dalam kesempatan terpisah, narasumber Dinas Kesehatan Mimika, Maya Samuel, menjelaskan penguatan layanan TBC juga dilakukan melalui program Desa dan Kelurahan Siaga TB yang berbasis pemberdayaan masyarakat.
Program tersebut mendorong komitmen pemerintah kampung, keterlibatan kader kesehatan, serta penguatan layanan dasar agar penemuan kasus, kepatuhan pengobatan, dan pencegahan penularan dapat berjalan lebih optimal.
“Tujuannya mempercepat penemuan kasus, memastikan pengobatan tuntas, menekan penularan, dan memudahkan akses layanan,” kata Maya. (lsb)






