PBM-GKI Papua Klaim Telah Cetak Lebih dari 1.500 Mediator
TIMIKA, KONTENMIMIKA.com – Ketua Pusat Bantuan Mediasi Gereja Kristen Injili di Tanah Papua (PBM-GKI), Pdt. Jake Merril Ibo, mengatakan lembaganya telah mencetak lebih dari 1.500 mediator melalui 34 kali pelatihan yang diselenggarakan sejak berdiri pada 2019.
Menurut Jake, para peserta yang lulus pendidikan dan pelatihan (diklat) serta sertifikasi mediator terakreditasi Mahkamah Agung Republik Indonesia akan terdaftar di Mahkamah Agung dan memiliki peluang berperan sebagai mediator nonhakim di lingkungan Pengadilan Negeri maupun Pengadilan Agama di seluruh Indonesia.
“Peserta yang lulus akan terdaftar di Mahkamah Agung dan dapat menjadi mediator nonhakim di Pengadilan Negeri maupun Pengadilan Agama di seluruh wilayah Indonesia,” kata Jake saat memberikan sambutan dalam pembukaan diklat dan sertifikasi mediator di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin, 1 Juni 2026.

Jake menegaskan PBM-GKI tidak dikhususkan bagi umat Kristen, tetapi terbuka bagi seluruh kalangan dan pemeluk agama. Menurut dia, lembaganya selama ini juga telah memberikan pelatihan mediasi kepada sejumlah organisasi keagamaan, termasuk pimpinan Nahdlatul Ulama (NU) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Mimika.
“Jadi kami punya mitra sudah banyak, baik dari umat Kristen maupun umat beragama lainnya,” ujarnya.
Ia menilai pelatihan mediasi memiliki peran penting dalam membantu penyelesaian berbagai persoalan sosial yang berkembang di Papua. Menurut Jake, banyak masalah yang sebenarnya dapat diselesaikan secara baik apabila tersedia sumber daya manusia yang mampu menganalisis dan memetakan akar persoalan secara tepat.
Karena itu, ia berharap para peserta yang mengikuti pelatihan dapat membantu pemerintah daerah dalam mengidentifikasi dan memetakan berbagai persoalan di tengah masyarakat sebagai dasar penyusunan solusi yang efektif.
“Persoalannya adalah tidak adanya orang yang punya kemampuan menganalisis masalah lalu memetakan masalah. Tetapi kalau belajar mediasi, maka akan paham untuk melakukan pemetaan setiap masalah,” kata Jake.
Ia berharap kemampuan tersebut dapat mendukung upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat Mimika yang damai, harmonis, dan sejahtera. (nls)






