Warisan Leluhur Tak Boleh Tergerus, Pemkab Mimika Gelar Pelatihan Musik Tradisional bagi 100 Orang Muda Mimika
TIMIKA, KONTENMIMIKA.com – Pemerintah Kabupaten Mimika berupaya menjaga kelestarian musik tradisional Papua, khususnya di kalangan generasi muda di Mimika. Warisan luhur nenek moyang tidak boleh tergerus oleh arus modernisasi.
Musik tradisional Papua merupakan warisan budaya tak benda yang memiliki nilai sejarah, identitas, dan kearifan lokal. Alat musik seperti tifa, pikon, ukulele, triton, dan berbagai alat musik tradisional lainnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat adat Papua.
Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Mimika, Daniel Orun, saat membacakan laporan panitia pada kegiatan Pelatihan Musik Tradisional bagi Generasi Muda Suku Amungme dan Komoro yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Mimika di Aula Cartenz, Jalan Budi Utomo, Timika, Papua Tengah, Selasa 14 Juli 2026.

Daniel mengatakan, saat ini banyak pemuda yang tidak lagi mengenal atau mampu memainkan alat musik tradisional daerahnya sendiri. Hal ini disebabkan oleh perkembangan zaman dan arus globalisasi yang mengakibatkan menurunnya minat generasi muda terhadap musik tradisional.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Daniel menilai Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif perlu menyelenggarakan pelatihan musik tradisional bagi generasi muda Suku Amungme dan Komoro. Kegiatan ini bertujuan membina pemusik lokal yang kompeten, mencintai budaya sendiri, serta mampu melestarikan dan mengembangkan musik tradisional Papua.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai 14 hingga 17 Juli 2026, diikuti oleh 100 generasi muda yang berasal dari berbagai sanggar seni dan kebudayaan. Metode pelatihan meliputi pengenalan teori tentang alat musik, sejarah, dan filosofi musik tradisional Papua, praktik memainkan alat musik secara individu maupun kelompok, serta pendampingan langsung oleh para instruktur atau maestro lokal.
“Selain itu, peserta juga akan mengikuti uji penampilan melalui pertunjukan sederhana pada akhir pelatihan yang dirangkaikan dengan pemberian dan penyerahan peralatan musik,” tutup Daniel.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Mimika Johannes Rettob yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Ananias Faot, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Mimika, Elisabeth Cenawatin.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Jayapura, Nelinio Pieter Moses Parinussa, serta dua pemusik tradisional, yakni Pemusik Suku Kamoro, Dominggus Kapiyau dan Pemusik Suku Amungme, Frans Timang. (nls)






