Dampak El Nino Sampai 2027, Bupati JR Minta Warga Hemat Air dan Stop Bakar Sampah
KONTENMIMIKA.com, Timika – Bupati Mimika Johannes Rettob mengingatkan masyarakat dan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak fenomena El Nino yang mulai dirasakan di Kabupaten Mimika.
Johannes menyampaikan hal tersebut saat memimpin apel pagi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin 24 Agustus 2026.
Menurutnya, kondisi El Nino mulai ditandai dengan munculnya asap dan kabut pada pagi hari serta semakin berkurangnya ketersediaan air di sejumlah wilayah.
“Pengaruh El Nino ini, Bapak Ibu sekalian, asap tiap pagi, kabut. Kita bersyukur di Mimika masih bisa berjalan dengan baik. Di mana-mana orang sudah mulai kekurangan air dan masuk kemarau panjang,” ujar Bupati.
Ia mengatakan, berdasarkan laporan BMKG, kondisi kering tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga April 2027. Meski hujan mulai berpotensi turun pada Oktober, masyarakat tetap diminta waspada karena kondisi masih dapat mengalami kekeringan.
Bupati JR meminta seluruh ASN ikut menyampaikan informasi tersebut kepada keluarga, tetangga, lingkungan RT, hingga masyarakat luas agar bersama-sama menjaga lingkungan.
“Jangan buang sampah sembarangan dan jangan bakar sampah sembarangan. Tolong sampaikan, karena kita semua punya tanggung jawab,” tegasnya.
Empat Titik Mimika Berpotensi Terbakar
Bupati mengungkapkan, saat ini terdapat empat titik di Mimika yang memiliki potensi panas dan rawan terjadi kebakaran.
Sementara di wilayah Papua Tengah, kata dia, terdapat dua kabupaten yang telah mengalami kebakaran, yakni Nabire dan Puncak.
“Kita lihat asap yang datang dari sana saat ini karena kebakaran di daerah Puncak,” katanya.
Ia juga menggambarkan kondisi kekeringan yang terjadi di wilayah pegunungan. Bahkan, sejumlah sumber air di daerah tersebut mulai mengering akibat kondisi cuaca ekstrem.
Karena itu, ia meminta masyarakat Mimika tidak menambah persoalan dengan melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar.
“Kalau ada yang mau buka kebun, jangan sampai dibakar. Sabar dulu untuk sementara. Kita tidak bakar sampah sembarangan,” ujarnya.
Sumur Warga Mulai Mengering
Bupati juga mengungkapkan bahwa kekeringan mulai berdampak pada sejumlah sumur warga di Kota Timika dan beberapa distrik.
Ia meminta masyarakat mulai menghemat penggunaan air dan energi sebagai langkah menghadapi kondisi yang diperkirakan berlangsung cukup panjang.
“Mulai hati-hati, mulai hemat energi, mulai hemat air, karena situasi ini diperkirakan sampai April 2027,” katanya.
Bupati JR kembali menekankan pentingnya peran ASN untuk menyosialisasikan imbauan tersebut kepada masyarakat.
“Sebagai pegawai negeri, sekali lagi saya berpesan, tolong sosialisasikan. Kita harus betul-betul jaga situasi ini,” pungkasnya. (ai)






