Distrik Mimika Baru Minta Warga Laporkan Titik Rawan Kebakaran
KONTENMIMIKA.com, Timika — Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, meminta warga ikut mengidentifikasi dan melaporkan lokasi yang berpotensi menjadi titik kebakaran di tengah kondisi cuaca kering.
Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, mengatakan pencegahan kebakaran tidak dapat hanya mengandalkan petugas. Warga yang tinggal paling dekat dengan lokasi rawan dinilai memiliki peran penting dalam mendeteksi potensi bahaya sejak dini.
Imbauan tersebut disampaikan melalui kanal saluran WA LAPOR KAKA MIRU, yang membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan titik-titik rawan kebakaran kepada pihak distrik.

“Jangan tunggu sampai api membesar. Kenali risikonya, laporkan titiknya, cegah sebelum terbakar,” demikian imbauan Kepala Distrik Miru.
Sejumlah lokasi diminta menjadi perhatian, seperti rumput dan lahan kering, rumah atau bangunan kosong yang tidak terawat, serta tumpukan sampah dan material yang mudah terbakar.
Distrik juga meminta warga mewaspadai permukiman padat dan lorong yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran. Wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air juga perlu dipetakan karena dapat menyulitkan proses pemadaman.

Warga diminta sertakan lokasi dan dokumentasi
Merlyn meminta warga yang menemukan titik rawan untuk mengirimkan lokasi atau patokan tempat, foto atau video, serta keterangan singkat mengenai kondisi di lapangan.
Laporan dapat disampaikan melalui nomor LAPOR KAKA MIRU: 0821-9773-693.
Data dari masyarakat nantinya dipadukan dengan pemetaan yang dilakukan kelurahan dan kampung. Distrik Mimika Baru juga akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mimika untuk menentukan langkah mitigasi pada lokasi yang dinilai berisiko.
Menurut Merlyn, sistem pelaporan tersebut diharapkan mengubah pola penanganan kebakaran dari sekadar merespons setelah kejadian menjadi upaya pencegahan sejak potensi bahaya ditemukan.
Masyarakat, kata dia, tidak perlu menunggu terjadinya kebakaran untuk bertindak. Kondisi lingkungan yang berpotensi memicu api juga perlu segera dilaporkan.
“Mari, kita amankan Kota Timika sama-sama,” ujar Merlyn. (trm)






