DPRK Mimika Minta Pembelajaran dari Rumah Diperluas hingga SMP dan SMA akibat Kabut Asap Ancam Kesehatan Murid


KONTENMIMIKA.com, Timika — Anggota DPRK Mimika, Hj. Rampeani Rachman, meminta Pemerintah Kabupaten Mimika mempertimbangkan penerapan pembelajaran dari rumah bagi siswa SMP dan SMA sederajat menyusul kabut asap yang semakin tebal di wilayah tersebut.

Rampeani mengatakan, kebijakan pembelajaran jarak jauh yang tertuang dalam surat edaran Bupati Mimika saat ini menyasar anak usia TK, PAUD, dan SD. Sementara itu, siswa SMP dan SMA masih menjalani kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan menggunakan masker.

Surat Edaran Bupati Mimika Nomor 85 Tahun 2026 Tentang: Penyesuaian kegiatan belajar mengajar dan penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh sebagai dampak buruk kabut asap di Kabupaten Mimika (bisa download di sini)

SE Bupati Pembelajaran Jarak Jauh

Menurut Legislator asal Perindo itu, kebijakan tersebut perlu dievaluasi dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi kualitas udara di Mimika yang dinilai semakin memburuk, terutama pada pagi hari.

“Setelah keluarnya surat edaran Bupati untuk pembelajaran jarak jauh, yang saya baca diperuntukkan hanya bagi anak TK, PAUD, serta SD. Sedangkan SMP dan SMA masih beraktivitas dalam proses belajar mengajar di sekolah dengan menggunakan masker,” kata Rampeani Selasa 13 Oktober 2026, kepada KontenMimika.com.

Ia meminta pemerintah daerah, khususnya dinas terkait, lebih cermat melihat perkembangan situasi agar kebijakan yang diambil dapat melindungi seluruh peserta didik dari risiko kesehatan akibat paparan asap.

“Dampak kesehatan dari asap yang tebal ini tidak mengenal usia. Kita memang mengetahui kedisiplinan menggunakan masker masih menjadi tantangan, terutama bagi anak-anak TK, PAUD, dan SD. Namun, kita juga harus berpikir bahwa siswa SMP dan SMA, bahkan orang dewasa yang beraktivitas di luar, tetap berisiko terdampak,” ujarnya.

Minta Dinas Pendidikan Evaluasi Kebijakan

Rampeani menilai, penggunaan masker saja belum tentu cukup untuk menghilangkan risiko kesehatan akibat paparan asap. Kondisi kesehatan setiap orang berbeda sehingga dampak yang dialami juga dapat berbeda.

Ia mencontohkan, orang yang memiliki riwayat asma atau kondisi daya tahan tubuh yang kurang baik berpotensi mengalami gangguan kesehatan ketika terpapar asap.

Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan mempertimbangkan perluasan pembelajaran dari rumah, tidak hanya untuk siswa TK, PAUD, dan SD, tetapi juga SMP dan SMA sederajat.

Menurut Rampeani, pelaksanaan pembelajaran jarak jauh dapat disertai aturan dan pemantauan khusus agar proses belajar tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan siswa.

“Dinas Pendidikan perlu mempertimbangkan kembali, bukan hanya untuk TK, PAUD, dan SD, tetapi juga SMP dan SMA. Seperti pada masa pandemi Covid-19, perlu ada aturan khusus dan pemantauan terhadap anak-anak yang melaksanakan proses belajar mengajar dari rumah,” katanya.

Ia menegaskan, langkah tersebut perlu dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya melindungi peserta didik selama kondisi udara belum membaik.

Kabut Asap Dinilai Semakin Tebal

Rampeani mengatakan, meskipun tidak terdapat titik api di Kabupaten Mimika berdasarkan informasi yang diketahuinya, wilayah tersebut tetap terdampak asap kiriman dari daerah tetangga.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap kondisi tersebut aman hanya karena sumber kebakaran tidak berada langsung di wilayah Mimika.

Menurut dia, kabut asap yang semakin tebal pada pagi hari mulai mengganggu jarak pandang dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat.

“Dengan saya melihat kabut asap ini semakin tebal, setiap pagi semakin tebal. Padahal, kegiatan pagi itu seharusnya sehat, tetapi sekarang jarak pandang kita semakin pendek. Ini menjadi ancaman bagi kesehatan warga Kabupaten Mimika,” ujarnya.

Selain meminta evaluasi kebijakan pendidikan, Rampeani mengimbau masyarakat mengikuti arahan pemerintah, mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak, serta menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar.

Ia juga meminta pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan pelayanan medis dan mempertimbangkan kebijakan pembatasan kegiatan luar ruangan apabila kondisi asap terus memburuk.

Rampeani berharap pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama mengantisipasi dampak El Nino serta asap kebakaran dari daerah sekitar, sehingga risiko gangguan kesehatan dapat diminimalkan.

“Kita harus bersama-sama mengantisipasi dan melindungi masyarakat Kabupaten Mimika. Mari saling mengingatkan untuk menjaga diri dan mengikuti imbauan pemerintah agar kita tetap sehat dan terhindar dari dampak yang lebih serius,” katanya. (trm)

Berita Terkait

Top