Dua Tim Freeport Indonesia Dominasi Podium IFRC 2026, Kamoro Raih Juara Umum


KONTENMIMIKA.com, Timika – Dua tim PT Freeport Indonesia (PTFI) mendominasi Indonesian Fire & Rescue Competition (IFRC) ke-8 tahun 2026. Tim Kamoro keluar sebagai Juara Umum I, sedangkan Tim Amungme menempati posisi Juara Umum II. Adapun Juara Umum III diraih tim PT Hengjaya Mineralindo.

Para pemenang diumumkan dalam acara penutupan IFRC 2026 di Mimika Sport Complex, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Kompetisi yang berlangsung pada 24-31 Oktober 2026 itu diikuti 170 peserta yang tergabung dalam 17 tim dari 16 perusahaan sektor pertambangan dan energi. PTFI menjadi tuan rumah penyelenggaraan dengan mengusung tema “Tumbuh Bersama Papua, Berkarya untuk Indonesia”.

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, mengapresiasi seluruh peserta yang telah menunjukkan dedikasi dan profesionalisme selama kompetisi. Menurut dia, keberhasilan IFRC tidak semata-mata diukur dari perolehan gelar juara, tetapi juga dari pengetahuan dan pengalaman yang dibagikan antartim.

“Yang utama bukan semata-mata gelar juara, tetapi kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam penanganan kebakaran dan penyelamatan. Aspek keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap operasi pertambangan,” kata Tony.

Ia mengatakan kemampuan personel tanggap darurat menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai potensi kecelakaan dan keadaan darurat di lingkungan kerja. Karena itu, pengalaman selama kompetisi diharapkan dapat diterapkan oleh setiap peserta di perusahaan masing-masing.

Delapan Kategori Uji Kemampuan Penyelamatan

IFRC 2026 mempertandingkan delapan kategori untuk menguji keterampilan teknis, ketahanan fisik, ketepatan prosedur, dan koordinasi tim penyelamat.

Kategori tersebut meliputi Firefighter Competency Test (FCT) dan Individual Skill (IDS), Road Accident Rescue (RAR), High Angle Rescue (HAR), Confined Space Rescue (CSR), Structural Fire Fighting (SFF), Collapsed Structure Search & Rescue (CSSR), Underwater Rescue & Recovery (UWRR), serta Firefighter Combat Challenge (FCC).

Ketua Umum Perhimpunan Tanggap Darurat di Bidang Pertambangan dan Energi Indonesia (Pertapindo), Sri Rahardjo, mengatakan seluruh rangkaian perlombaan telah diselesaikan dan dewan juri menetapkan para pemenang berdasarkan hasil penilaian kompetisi.

“IFRC bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga peningkatan kompetensi dan kesiapsiagaan untuk melindungi serta menyelamatkan nyawa,” ujarnya.

Penilaian dilakukan dewan juri yang terdiri atas para ahli tanggap darurat dari perusahaan pertambangan dan energi, lembaga pencarian dan pertolongan, serta pemadam kebakaran dari Indonesia, Malaysia, Peru, dan Australia.

Keterlibatan para ahli dari berbagai negara tersebut memperkaya proses penilaian sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam penanganan keadaan darurat.

Tim Kamoro Andalkan Disiplin dan Kekompakan

Kapten Tim Kamoro PTFI, Randy Julius, mengatakan keberhasilan meraih Juara Umum I merupakan hasil kerja keras, kedisiplinan, latihan, dan kekompakan seluruh anggota tim.

Ia mengapresiasi dukungan manajemen PTFI, pembina, serta pelatih yang turut mempersiapkan tim hingga mampu meraih posisi tertinggi dalam kompetisi tersebut.

Randy berharap pengalaman dan keterampilan yang diperoleh selama IFRC dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, terutama ketika menghadapi situasi darurat di lingkungan kerja.

“Misi utama seorang rescuer adalah melindungi dan menyelamatkan nyawa manusia,” ujarnya.

IFRC menjadi wadah bagi personel tanggap darurat sektor pertambangan dan energi untuk menguji kemampuan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran, kecelakaan, dan berbagai kondisi darurat lainnya.

Melalui kompetisi dua tahunan ini, Pertapindo dan PTFI mendorong penguatan profesionalisme personel penyelamat serta budaya keselamatan di industri pertambangan dan energi. (trm)

Berita Terkait

Top