Dewan Minta Urusan Kampung Tengah Masyarakat Fokus Program APBD 7,5 T
Timika, KontenMimika.com – Tidak ada orang yang tidak makan, bisa bertahan hidup di dunia.
Bicara urusan ‘kampung tengah’ atau perut atau pangan, memang jadi kebutuhan top three fundamental masyarakat.
Dalam kategori kebutuhan primer, -sandang-pangan-papan (pakaian, makanan dan tempat tinggal) yang menjadi alasan orang bekerja sedari dahulu-, pangan ada di urutan nomor dua.
Pangan juga ada di urutan ke-3 ciri-ciri makhluk hidup, ‘memerlukan makanan’. Selain dua yang teratas; ‘bernafas’ dan ‘bergerak’.
Memerlukan makanan ada di urutan ke-3. Diikuti ‘tumbuh’, ‘berkembang biak’, ‘peka terhadap rangsangan’ dan ‘mengeluarkan zat sisa’. (Mari kita ingat lagi pelajaran SD.)
Jadi pangan atau makan itu amat penting, -ciri-ciri makhluk hidup dan sebagai kebutuhan primer.
Nah, DPRD Kabupaten Mimika mendorong Pemkab Mimika sebagai pengguna anggaran APBD Rp.7,5 triliun, untuk menitikberatkan pada program ekonomi, lebih khusus lagi di sektor penguatan ketahanan pangan lokal.
Hal ini disampaikan Ketua Dewan, Anton Bukaleng, yang memberitahu bahwa ketahanan pangan merupakan program nasional, yang harus diseriusi pemerintah daerah, termasuk Kabupaten ‘Kota Dollar’.
Kata Bukaleng dalam pidatonya, “Dalam tahun 2024 salah satu program prioritas Kabupaten Mimika adalah pemberdayaan ekonomi dengan menitikberatkan pada ketahanan pangan lokal,”
“Program tersebut sejalan dengan program nasional yaitu percepatan pemulihan ekonomi, dengan penguatan reformasi struktural dengan tetap memprioritaskan sektor karakteristik bermuatan lokal dan pangan lokal,” ujarnya di hari Kamis 18 Januari 2024, dalam rapat paripurna penetapan APBD Kabupaten Mimika 2024.
Imbas terpenuhinya urusan kampung tengah warga Mimika ini, adalah lebih majunya sektor kesehatan warga.
Coba kalau tidak perhatikan makan bisa kena sakit maag dan bisa kena malaria.
Yang sudah kena penyakit ini pasti tahu kalau tidak boleh malas makan, walaupun nafsu makan menurun karena gejala malaria. Makan itu penting supaya sehat.
Selain itu ketahanan pangan juga berefek domino ke kemajuan sektor lainnya seperti perlindungan sosial bagi masyarakat, peningkatan SDM, peningkatan infrastruktur dan lainnya.
DPRD Mimika juga mendorong Pemkab Mimika agar berdaya saing tinggi dengan daerah-daerah lainnya, dalam menjalan pelayanan dan pembangunan dengan modal APBD Rp.7,5 triliun-nya, bagi kepentingan warga Mimika.
APBD fantastis Mimika yang termasuk 5 besar di Indonesia ini juga harus berdampak fantastis bagi warga Mimika.
Mimika tidak boleh kalah dengan daerah lainnya di Provinsi Papua Tengah, bahkan di Pulau Papua ini.
“Kami mengharapkan program prioritas ini menjadi perhatian bagi Pemkab Mimika untuk meningkatkan daya saing dengan daerah atau kabupaten yang lain,” ungkapnya.
Ketua Dewan mewakili para anggota Dewan MImika berharap, sidang paripurna itu dapat dijadikan momentum untuk memantapkan langkah dan saling bersinergi dalam upaya pencapaian tujuan pembangunan daerah Mimika, Kota Dollar.
“Untuk mewujudkannya, bukan menjadi tanggung jawab pemerintah saja, namun menjadi tanggung jawab kita semua sesuai dengan profesi dan tugas kita masing-masing,”
“Marilah kita bergandeng tangan, berpartisipasi melakukan yang terbaik agar dapat mewujudkan Mimika yang lebih baik lagi,” tandasnya. (D’To)


-
Advertisement






