Dewan Prihatin Tidak Ada Penerbangan ke Pegunungan Papua, Gegara Pilot Disandera


Timika, kontenmimika.com – Kebijakan pemilik maskapai penerbangan Susi Air, Susi Pudjiastuty, berdampak luas pada masyarakat, khususnya yang terpenting supply bahan makanan ke daerah-daerah pegunungan Papua.

Beberapa waktu lalu, pasca penyanderaan pilot Susi Air, Captain Philip Merhrtens, oleh KKB/OPM, akhirnya Susi Air menghentikan pelayanannya ke pegunungan Papua. 72 rute penerbangan ke pedalaman Papua dihentikan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kepada media, Selasa (07/03/2023), Anggota DPRD Kabupaten Mimika, Lexy Lintuuran mengungkapkan keprihatinannya, lantaran pembebasan sandera yang belum kunjung tuntas itu telah menyebabkan masyarakat luas menderita.

Walaupun pemerintah pusat sampai kabupaten sudah memberikan dukungan untuk melepas sandera salah satu pilot Susi Air oleh KKB, namun sampai saat ini aktivitas penerbangan belum dibuka kembali.

Menurut Lexy yang merupakan Ketua Badan Kehormatan DPRD Mimika itu, belum dibukanya kembali aktivitas penerbangan ini mengakibatkan masyarakat kesulitan mendapatkan bahan makanan, pelayanan pendidikan dan kesehatan tidak dapat berjalan.

Menanggapi hal ini legislatif sedang berupaya berkoordinasi dengan eksekutif untuk mendapatkan solusi agar penerbangan bisa kembali dibuka. Kecuali penerbangan ke Kabupaten Nduga yang memang menjadi target operasi militer, pedalaman lainya diharapkan dapat tetap dilayani oleh maskapai Susi Air ini.

“Jika di Nduga memang menjadi target untuk pembebasan pilot itu, maka di situ sajalah, dan tempat yang lain jangan terjadi. Kita berharap bisa dibuka penerbangan kembali,” harapnya.

Legislator asal Partai Demokrat ini menyebut, untuk wilayah pedalaman sangat bergantung pada pendistribusian bama yang hanya bisa diangkut dengan maskapai penerbangan saja.

“Jika tidak ada penerbangan, dikhawatirkan masyarakat yang masih berada di pedalaman kehabisan bama (bahan makanan). Selain itu, masyarakat juga tidak mendapatkan layanan kesehatan dan pendidikan. Tentu, semua ini akan memberikan dampak yang buruk untuk masyarakat pedalaman,” tandasnya.

Berita Terkait

Top