Kolaborasi JMSI dan BPJS Kesehatan Gelar Sosialisasi untuk Insan Media Pers
Timika, KontenMimika.com – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) berkolaborasi dengan BPJS Kesehatan Kabupaten Mimika menggelar kegiatan Pemberian Informasi Langsung (Sosialisasi) Program Jaminan Kesehatan Nasional kepada insan media di Timika.
Acara digelar di Horison Diana, Jalan Budi Utomo, Jumat 17 Mei 2024.
Kepala BPJS Mimika, Ernesto Felix, turun langsung memberikan infomasi terkait seluk beluk program Negara yang sudah berlangsung sejak tahun 2024 itu di hadapan Ketua JMSI Papua Tengah, Iwan Makatita dan Ketua JMSI Mimika, Zadrak Yongky Rayar serta pengurus JMSI lainnya dan para wartawan Kota Timika.
Sambutan awal dari Wakil Ketua JMSI Papua Tengah Titin Rayar mengatakan, pentingnya kepesertaan BPJS Kesehatan ini sebab pola kerja wartawan di lapangan penuh dengan resiko tinggi menjadi sakit.

“Terima kasih buat respon cepat dari BPJS Kesehatan, menjawab JMSI dengan pertemuan ini. Kita sebagai wartawan perlu mengerti pentingnya jaminan kesehatan karena pekerjaan kita selalu di lapangan, penuh dengan resiko. Kita butuh jaminan kesehatan,” ujar Direktur Papuamctv itu.
Dalam presentasinya, Ketua BPJS Mimika, Ernesto Felix mengatakan, program JKN merupakan amanat Undang Undang sehingga semua warga wajib ikut dalam program asuransi kesehatan gotong royong ini.
“Siapapun orang yang mengaku orang Indonesia, wajib terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Termasuk WNA yang berdomisili di Indonesia lebih dari enam bulan, termasuk karyawan Freeport. BPJS Kesehatan adalah asuransi yg bersifat sosial,” jelasnya.

Lagi kata Kepala BPJS Kesehatan Mimika, iuran BPJS Kesehatan dibayarkan setiap bulan untuk memproteksi peserta bersama keluarga yaitu pasangan suami atau istri dan 3 orang anak.
“Untuk Kelas 3 ada subsidi dari pemerintah, sehingga cukup membayar 35 ribu rupiah dari 42 ribu. Ada subsidi dari pemerintah sementara untuk kelas 2 dan kelas 1 tidak ada subsidi,” jelas Ernesto.
Sementara itu Pimred CartensNews, Evi Dai Dore mengungkapkan manfaat BPJS Kesehatan yang telah membantunya sembuh dari sakit yang membutuhkan penanganan rujukan sampai ke RS di Jakarta.

“Saya tidak bayar sepersepun saat berobat di Jakarta selama 5 bulan. Saya cerita dengan orang lain yang datang periksa katanya biaya pemeriksaan Rp. 2,5 juta sekali pengobatan. Apa kabar saya kalau saya 5 bulan harus bayar pengobatan? Bisa ratusan juta. Semua murni ditanggung BPJS,” sebut Evi disambut tepung tangan hadirin.
Sementara itu Pimred TapareMimika, Husyen Oppa Abdillah meminta perhatian bagi pelayanan kesehatan untuk Orang Asli Papua.

“Negara harus perhatikan orang Papua. Pelayanan kesehatan bagi mereka harus bisa terjangkau sebab ada dana Otonomi Khusus yang begitu besar untuk kepentingan mereka, termasuk di bidang kesehatan,” tandas wartawan senior Timika yang hobby olahraga sepakbola itu. (Admin)





