PTFI Kerahkan Helikopter Antar 90 Ton Bama Natal Warga Pegunungan Mimika


Timika, KontenMimika.comPT Freeport Indonesia (PTFI) mengerahkan helikopter untuk mengangkut 90 ton bahan makanan dan kebutuhan Natal milik warga di Lembah Aroanop, Lembah Tsinga, dan Lembah Jila, dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Pengiriman ini dilakukan melalui program Community Christmas Flights, yang menjadi program tahunan perusahaan tambang emas terbesar di Indonesia itu.

Kepala Suku Aroanop, Andreanus Janampa, mengatakan bantuan tersebut sangat membantu masyarakat. Menurut dia, biaya sewa helikopter komersial untuk mengangkut barang tergolong mahal, sementara akses darat menuju kampung-kampung di wilayah pegunungan sangat terbatas dan berisiko. “Kami berterima kasih kepada PTFI atas bantuan ini. Tuhan memberkati,” ujarnya.


(Pengiriman barang-barang kebutuhan Natal masyarakat tiga kampung dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju kampung Kampung Jagamin, Ainggogin (Aroanop), dan Beane–Dolil (Tsinga) menggunakan Helikopter Mi-17 Series milik PTFI.)

Hal senada disampaikan Tokoh Masyarakat Yoab Beanal. Ia menyebutkan, dukungan helikopter PTFI memungkinkan bahan makanan dan kebutuhan Natal tiba tepat waktu di kampung-kampung. “Kami sangat menghargai setiap upaya yang dilakukan perusahaan,” katanya.

Senior Vice President Sustainable Development PTFI, Nathan Kum, mengatakan program Community Christmas Flights telah rutin dilakukan sejak 2015 untuk mendukung masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. “Tujuannya agar warga dapat mengirimkan bahan makanan dan kebutuhan Natal dari Timika ke kampung mereka dengan lebih cepat dan aman,” ujarnya.

Dari total 90 ton barang yang diangkut, 8,4 ton merupakan bantuan langsung dari PTFI. Seluruh barang telah melalui pemeriksaan X-ray di Bandara Mozes Kilangin Timika sebelum diangkut menggunakan metode sling load, yakni kargo digantung di bawah helikopter sesuai standar keselamatan penerbangan.


(Petugas Community Liasson Office (CLO) bersama Tim Aviasi PTFI membantu persiapan sling load untuk proses pengiriman barang-barang yang akan diangkut menggunakan helikopter.)

Penerbangan dilakukan sebanyak 35 kali selama periode 7–23 Desember 2025 dengan rute menuju sejumlah kampung di Lembah Aroanop, Tsinga, dan Jila. Waktu tempuh penerbangan pulang-pergi sekitar satu jam. Metode ini dinilai efektif karena warga tidak perlu menempuh perjalanan panjang dengan berjalan kaki untuk menjemput barang.


(Total 90 Ton barang-barang yang diangkut menggunakan helikopter PTFI dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Kampung Jagamin, Ainggogin (Aroanop), dan Beane Dolil (Tsinga) untuk masyarakat tiga kampung.)

PTFI mencatat, biaya sewa helikopter komersial untuk mengangkut barang ke wilayah tersebut berkisar Rp25–40 juta dengan kapasitas 600–800 kilogram. Sementara itu, pesawat bersubsidi membatasi bagasi penumpang maksimal 16 kilogram, dengan biaya tambahan untuk kelebihan muatan. Di kawasan ini, akses transportasi darat nyaris tidak tersedia sehingga warga masih harus berjalan kaki atau menggunakan jasa porter.


(Barang-barang Natal masyarakat tiga kampung tiba di salah satu helipad tujuan, sebelum didistribusikan kepada masyarakat.)

Selain penerbangan kargo, PTFI juga mendukung angkutan darat Natal di beberapa kampung sekitar wilayah operasional, seperti Banti 1, Banti 2, Kimbeli, dan Opitawak. Program ini berlangsung pada 15–24 Desember 2025, dengan total 36 perjalanan bus, mengangkut 1.473 penumpang serta 126 ton bahan makanan dan kebutuhan Natal.

Di wilayah dataran rendah, PTFI turut mendukung mobilitas dan distribusi barang bagi warga Suku Kamoro, termasuk di Kampung Koperapoka, Nayaro, Tipuka, Ayuka, dan Nawaripi. (Vctr)

Berita Terkait

Top