Besok! JOEL – MP3 – AIYE Debat Kandidat Pilkada Mimika, Ini Kata Komisioner KPU Hironimus …


Timika, KontenMimika.com – Debat Kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati Mimika merupakan wadah edukasi sekaligus etalase bagi warga Kabupaten Mimika khususnya yang sudah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), untuk menentukan pilihannya.

Di Debat Kandidat, para paslon akan diuji visi, misi dan program pembangunan yang ditawarkannya sehingga menjadi dasar bagi warga untuk menentukan mau coblos siapa.

Ada nomor urut 1, Johannes Rettob – Emanuel Kemong (JOEL), 2 Maximus Tipagau – Peggy Patrisia Patipi (MP3) dan nomor 3, Aleksander Omaleng – Yusuf Passarin (AIYE).

Pelaksanaan debat kedua bagi pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Mimika Periode 2024 – 2029 berlangsung di Timika yang berlangsung pada Selasa 19 November 2024.

Hal itu disampaikan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mimika, Divisi Hukum Hironimus Kiaruma usai rapat koordinasi dengan Tim Pemenangan Paslon Bupati dan Wakil Bupati JOEL, MP3 dan AIYE, di Hotel Horison Timika – Mimika – Papua Tengah, Minggu 17 N0vember 2024.

Rapat yang dipimpin oleh Divisi Hukum KPU Mimika, Hironimus Kia Ruma didampingi Divisi SDM KPU, Delince Somou, dihadiri langsung Sekretaris KPU Mimika, Roni Toisutta, Kabag Ops Polres Mimika, AKP Sajuri, Kabid Politik Dalam Negeri Bakesbangpol Mimika Lukas Luli Lasan serta Chris, Ketua FKUB Mimika, JeffreyHutagalung.

Hironimus mengatakan debat kedua ini dilaksanakan sesuai jadwal yaitu pada Selasa tanggal 19 November 2024 Pukul 14.00 WIT, bertempat di GOR Futsal Timika.

“Untuk tema debatnya adalah penyelesaian persoalan daerah melalui sinergitas pembangunan oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat, dan penguatan nasionalisme untuk memperkokoh NKRI,” jelasnya.

Lagi kata Hiro, ada 4 sub tema yaitu, pertama persoalan daerah, kedua sinergitas pemerintah pusat dan daerah, ketiga penguatan nasionalisme memperkokoh NKRI dan keempat adalah penegakan hukum.

Sementara tim perumus pada debat kedua ini kata Hironimus, berjumlah 6 orang yakni, dari Jayapura 4 orang sebagai akademisi, Timika 1 orang sebagai tokoh masyarakat, dan 1 orang tenaga profesional dari Jakarta.

Untuk peserta pendukung dari masing masing Paslon boleh membawa 100 orang. Kemudian ada tim pemecah ombak berjumlah 100 orang, yang diundang dari mahasiswa, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh Agama, dan lembaga adat.

Hiro menambahkan, pada debat kedua ini sedikit berbeda dari debat pertama, karena melibatkan masyarakat untuk menyampaikan pertanyaan, dan pertanyaanpun diharapkan tidak melenceng dari tema debat. (Admin)

Berita Terkait

Top