Kodam XVII–Cenderawasih Hormati Hasil Adat, Pembangunan Yonif TP 858/MSB Dipercepat
Dimulai denga ritual adat Kakes yang ditandai pemotongan ayam putih sebagai simbol permohonan restu leluhur.
BIAK, KONTENMIMIKA.com – Dukungan masyarakat adat terhadap pembangunan kembali menguat di Kabupaten Biak Numfor. Keluarga besar Marga Rejauw resmi menyerahkan tanah ulayat seluas 56 hektare untuk pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 858-MSB.
Dalam rilisnya kepada media, Jumat 17 April 2026, diketahui prosesi penyerahan berlangsung di Kampung Makmakerbo, Sabtu (22/11/2025), diawali dengan ritual adat Kakes yang ditandai pemotongan ayam putih sebagai simbol permohonan restu leluhur agar proses pembangunan berjalan lancar dan membawa manfaat.
Setelah prosesi adat, dilakukan penandatanganan Surat Pelepasan Lahan oleh Dandim 1708-BN, John Alberth Suweny, bersama perwakilan pemilik hak ulayat, Bernard Fredik Rejauw, disaksikan tokoh adat dan masyarakat setempat.

Sebagai bentuk syukur, masyarakat dan keluarga besar Rejauw menggelar tradisi bakar batu (barapen) dengan menyajikan babi, ayam, dan ikan sebagai simbol persatuan dan kebersamaan.
Dalam sambutannya, Bernard menegaskan bahwa penyerahan tanah merupakan bentuk ketulusan keluarga besar Marga Rejauw dalam mendukung pembangunan daerah.
“Masyarakat tidak perlu khawatir dengan kehadiran TNI. Pemerintah hadir untuk membangun dan meningkatkan kesejahteraan. Ini adalah jawaban dari proses panjang yang kami lalui,” ujarnya.
Sementara itu, Dandim 1708-BN menyampaikan apresiasi kepada masyarakat adat atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa pembangunan Yonif TP 858-MSB tidak hanya memperkuat pertahanan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, satuan teritorial pembangunan akan berperan aktif dalam sektor perkebunan, peternakan, hingga perikanan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“TNI akan mengawal dan mempertanggungjawabkan harapan masyarakat. Pembangunan ini akan dilakukan secara ramah lingkungan serta tetap menghormati kearifan lokal,” tegasnya.
Terpisah, Kapendam XVII-Cenderawasih, Tri Purwanto, menyatakan bahwa hasil rapat adat menjadi dasar kuat percepatan pembangunan.
Ia menilai keputusan tersebut mencerminkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat adat dalam membangun Papua.
Acara diakhiri dengan makan bersama sebagai simbol persaudaraan dan komitmen bersama dalam membangun wilayah Biak Timur. Penyerahan lahan ini menjadi langkah strategis dalam membuka peluang kesejahteraan baru bagi masyarakat Biak Numfor. (trm)






