385 Siswa SMP Negeri 2 Mimika Tamat, Dikembalikan kepada Orang Tua
MIMIKA – Sebanyak 385 siswa kelas IX SMP Negeri 2 Mimika angkatan ke-35 Tahun Pelajaran 2025/2026 secara resmi diserahkan kembali kepada orang tua dalam acara penamatan yang berlangsung di Gedung Eme Neme Yauware, Senin, 1 Juni 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Anthon Welerubun, mengatakan pemerintah daerah saat ini memprioritaskan peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan kualitas tenaga pendidik dan peserta didik.
Menurut Anthon, pembangunan sektor pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga dan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, ia memberikan apresiasi kepada salah satu siswa SMP Negeri 2 Mimika yang berhasil lolos seleksi masuk SMA Taruna Nusantara.
“Semoga ke depan semakin banyak siswa yang berhasil lolos,” katanya.
Sementara itu Kepala SMP Negeri 2 Mimika, Oktovina S. Titahena, mengatakan penamatan tersebut menjadi penanda berakhirnya proses pendidikan selama tiga tahun yang telah dijalani para siswa sejak duduk di kelas VII hingga kelas IX.
“Proses yang dijalani anak-anak selama tiga tahun tidak mudah. Mereka berjuang setiap hari, datang ke sekolah sejak pagi hingga waktu pulang tiba,” kata Oktovina dalam sambutannya.
Ia mengatakan perjalanan para siswa tidak selalu berjalan mulus. Berbagai dinamika, termasuk persoalan kenakalan remaja, menjadi tantangan yang dihadapi sekolah dalam proses pembinaan dan pendidikan.
Karena itu, Oktovina menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putri mereka kepada SMP Negeri 2 Mimika serta ikut terlibat dalam mendukung proses belajar selama ini.
Meski pengumuman kelulusan dijadwalkan berlangsung pada hari berikutnya, ia mengingatkan para orang tua agar mulai mempersiapkan pendidikan lanjutan bagi anak-anak mereka.
Menurut dia, dukungan keluarga menjadi faktor penting untuk memastikan para siswa dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Oktovina juga mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan telepon seluler dan teknologi digital oleh anak-anak.
“Jangan biarkan mereka dikuasai oleh ponsel. Dengan kontrol orang tua, anak-anak justru bisa menguasai teknologi,” ujarnya.
Acara penamatan ditutup dengan prosesi simbolis penyerahan siswa kepada orang tua. Dalam prosesi tersebut, kepala sekolah melepas topi dan dasi perwakilan siswa sebagai tanda berakhirnya masa pendidikan mereka di SMP Negeri 2 Mimika dan dimulainya tahap pendidikan berikutnya. (lsb)






