Pemkab Mimika: Apoteker Berperan Strategis dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan
TIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika menegaskan pentingnya peran apoteker dalam sistem pelayanan kesehatan, tidak hanya dalam pengelolaan obat-obatan, tetapi juga sebagai mitra tenaga medis dalam menjamin keselamatan dan kualitas layanan bagi pasien.
Penegasan itu disampaikan Bupati Mimika Johannes Rettob melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau, saat membuka Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) I Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit Indonesia (HISFARSI) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Pengurus Daerah Papua Tengah periode 2025–2026 di Hotel Horison Ultima Timika, Senin, 1 Juni 2026.
Menurut Fransiskus, tenaga apoteker memiliki posisi strategis dalam pelayanan kesehatan karena berperan memastikan penggunaan obat yang rasional, aman, efektif, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
“Apoteker tidak hanya mengelola distribusi obat dan bahan medis habis pakai, tetapi juga menjadi rekan sejawat bagi dokter dan tenaga kesehatan lainnya dalam menjamin penggunaan obat yang tepat bagi pasien,” kata Fransiskus saat membacakan sambutan Bupati.
Kegiatan yang mengusung tema “Innovating Pharmacy Practice in Central Papua: Integrating Telepharmacy, Drug Information Service, and Counseling to Improve Service Quality” itu turut dihadiri Direktur RSUD Mimika dr. Faustina Helena Burdam dan Ketua Pengurus Daerah IAI Papua Tengah Apt. Jeuquline Octaviana Tenatua.
Fransiskus mengatakan profesi apoteker saat ini menjadi salah satu pilar penting dalam upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif di bidang kesehatan. Karena itu, ia berharap pengurus HISFARSI Papua Tengah yang baru dilantik dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta memperkuat standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya.
“Pelantikan ini bukan sekadar kehormatan, tetapi amanah untuk meningkatkan kapasitas apoteker dan mutu pelayanan kefarmasian di Papua Tengah,” ujarnya.
Ia menilai tema yang diangkat dalam Muskerda relevan dengan tantangan pelayanan kesehatan di Papua Tengah, terutama dalam pemanfaatan teknologi untuk memperluas akses layanan kesehatan di wilayah yang memiliki kondisi geografis cukup menantang.
Menurut dia, inovasi seperti telefarmasi, layanan informasi obat, dan konseling farmasi dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjangkau masyarakat yang berada di daerah terpencil.
Pemerintah Kabupaten Mimika, kata Fransiskus, berkomitmen mendukung berbagai upaya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan merata bagi masyarakat.
Muskerda I HISFARSI Papua Tengah juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus organisasi, seminar daring, serta lokakarya yang diikuti para apoteker dan tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Papua Tengah.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Mimika sebagai tuan rumah Muskerda pertama HISFARSI Papua Tengah.
Menurut Godfried, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak dapat dilakukan oleh satu profesi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh tenaga kesehatan, termasuk apoteker, dokter, perawat, dan bidan.
“Program-program kesehatan tidak akan berhasil jika hanya dikerjakan oleh satu profesi. Semua unsur profesi kesehatan harus bekerja bersama untuk mewujudkan visi pembangunan kesehatan dari pusat hingga daerah,” katanya.
Ia juga memastikan ketersediaan obat-obatan di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika hingga saat ini masih dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Melalui Muskerda tersebut, para peserta diharapkan dapat merumuskan program kerja yang mampu memperkuat peran apoteker, meningkatkan mutu pelayanan farmasi rumah sakit, serta mendukung pembangunan sektor kesehatan yang berkelanjutan di Papua. (lsb)






