Pemkab Mimika Resmi Tutup Pembinaan Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa
Timika, KontenMimika.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) secara resmi menutup kegiatan Pembinaan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa di Horison Diana, Jalan Budi Utomo, Mimika, Papua Tengah, Jumat 12 Desember 2025.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 11–12 Desember tersebut, diikuti oleh kepala kampung, sekretaris kampung, dan kepala urusan keuangan. Peserta dibekali sejumlah materi penting, antara lain penyusunan APBDes, perencanaan pembangunan desa, penguatan administrasi, serta peningkatan kapasitas pengelolaan keuangan desa secara transparan dan akuntabel.

Aparatur Desa adalah Ujung Tombak Pembangunan
Kepala Dinas DPMK Mimika Abraham Kateyau, yang diwakili Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Abner Fritz Werimon, menegaskan bahwa desa merupakan ujung tombak pembangunan daerah. Oleh karena itu, kualitas aparatur desa sangat menentukan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di kampung.

“Kegiatan ini pada dasarnya bukan sekadar kewajiban untuk merealisasikan program, tetapi merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan aparatur desa memiliki kemampuan, sikap, dan pengetahuan yang memadai dalam mengelola roda pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Abner.
Ia menjelaskan bahwa seluruh materi yang diberikan—mulai dari penyusunan APBDes, perencanaan pembangunan kampung, administrasi desa, hingga penguatan transparansi dan akuntabilitas keuangan—diharapkan menjadi bekal yang dapat langsung diterapkan di kampung masing-masing.

Harapan: Aparatur Desa Makin Profesional dan Responsif
Abner berharap peningkatan kapasitas ini memberikan dampak nyata di lapangan.
“Pengetahuan yang diperoleh harus segera diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari di kampung. Kita ingin melihat peningkatan disiplin, profesionalitas, dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas, serta meningkatnya koordinasi antara pemerintah kampung, distrik, dan OPD terkait,” katanya.
Ia juga mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru dalam tata kelola pemerintahan desa, sesuai kebutuhan dan potensi lokal.

Pelatihan Bukan Akhir, Tetapi Awal Perubahan
Menutup sambutannya, Abner menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah awal menuju perubahan yang lebih baik.
“Penutupan kegiatan ini bukan akhir, tetapi awal dari penerapan ilmu yang didapat. Kualitas aparatur desa bukan hanya dilihat dari seberapa banyak pelatihan yang diikuti, tetapi seberapa besar perubahan yang dapat diwujudkan bagi kesejahteraan masyarakat di tempat tugas bapak/ibu,” tutupnya. (Nlsn)






