Dewan Nancy Raweyai Kunker Kunjungi SLB Negeri Mimika, Ini Aspirasi yang Diserap …
Timika, KontenMimika.com – Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Nancy Natalia Raweyai, melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) di SLB Negeri Mimika pada 9 Desember kemarin.
Kunjungan ini bertujuan untuk mendengar secara langsung aspirasi, keluhan, serta kebutuhan orang tua murid, guru, dan pihak sekolah guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Mimika.

Dalam pertemuan tersebut, orang tua murid menyampaikan keberatan terkait iuran SPP sebesar Rp200.000 per bulan yang dinilai cukup memberatkan sebagian keluarga.
Pihak sekolah menjelaskan bahwa SPP digunakan untuk menunjang operasional sekolah karena tidak seluruh kebutuhan dapat dibiayai melalui dana BOS.
Nancy Natalia Raweyai memahami kondisi tersebut dan menegaskan bahwa keberlangsungan operasional sekolah harus tetap dijaga agar proses pendidikan dapat berjalan optimal.
Selain itu, orang tua murid juga menyampaikan kebutuhan akan sarana transportasi bagi siswa SLB.
Kepala sekolah menjelaskan bahwa saat ini terdapat dua (2) unit bus bantuan dari Dinas Provinsi, namun belum dapat dioperasikan karena belum ditunjang biaya operasional.
Sementara itu, bus yang saat ini sudah beroperasi merupakan bantuan dari Dinas Perhubungan, namun masih mengalami kendala biaya operasional, khususnya untuk bahan bakar solar.
Apabila bus tidak beroperasi, kehadiran siswa menjadi terganggu dan berdampak langsung pada proses belajar mengajar. Oleh karena itu, pihak sekolah dan orang tua murid sepakat memberikan kontribusi sebesar Rp50.000 per anak bagi siswa yang menggunakan bus tersebut guna membantu biaya bahan bakar.

Menanggapi hal ini, Nancy Natalia Raweyai menegaskan bahwa aspirasi tersebut akan diteruskan kepada Dinas Perhubungan serta instansi terkait, mengingat transportasi merupakan kebutuhan penting bagi siswa SLB.
Selain itu, guru-guru honorer juga menyampaikan keluhan mengenai keterlambatan pembayaran honor mereka yang berasal dari dana BOS.
Menanggapi hal ini, Nancy Raweyai menekankan bahwa persoalan tersebut akan dibawa ke Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika agar segera ditindaklanjuti.
Ia juga menegaskan bahwa kemungkinan keterlambatan ini terjadi akibat proses peralihan kewenangan dari kabupaten ke provinsi, di mana berbagai administrasi masih dalam tahap penyesuaian antara Kabupaten Mimika dan Provinsi Papua Tengah.
Nancy menilai bahwa penyesuaian struktural ini harus segera dirapikan agar tidak mengganggu hak para guru dan tidak menghambat proses belajar mengajar.

Kunjungan kerja ini turut diwarnai dengan peninjauan hasil karya siswa SLB Negeri Mimika. Para siswa menunjukkan kreativitas mereka melalui kerajinan tangan seperti mahkota Papua (Cenderawasih), produk tata boga berupa kue Natal, serta kain batik hasil desain siswa.
Ia memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas siswa dan dedikasi para guru dalam membimbing mereka, serta menegaskan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus memiliki potensi besar yang musti terus didukung melalui fasilitas pendidikan yang memadai.
Melalui kunjungan kerja ini, Nancy Natalia Raweyai menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus serta memastikan seluruh aspirasi masyarakat disampaikan kepada instansi terkait agar dapat ditindaklanjuti secara tepat dan bertanggung jawab. (Vctr)






